"Walaupun tsunami adalah istilah dari Jepang, tapi korban terbanyak saya rasa ada di Indonesia, sebanyak 220 ribu jiwa sudah meninggal karena tsunami pada tahun 2004. Karena itulah perlu upaya bersama kita untuk mengajarkan dan memberikan pendidikan mengenai upaya menghadapi tsunami," ujar JK dalam acara World Tsunami Awareness Day 2016 yang digelar di Hotel Fairmont, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Kamis (15/12/2016).
JK menjelaskan, pendidikan dan budaya tanggap darurat terhadap tsunami perlu dipahami oleh warga. Khususnya warga yang tinggal di daerah rawan tsunami. Kerja sama di antara warga juga dibutuhkan dalam upaya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, JK mengaku terkesan dengan cara pemerintah Jepang dalam menangani tsunami yang terjadi pada 2011 silam. Upaya pemerintah Jepang dalam menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di lokasi tsunami juga dinilai efektif.
"Pada 2011, saya melihat sendiri bagaimana Jepang menghadapi bencana gempa. Bagaimana mengevakuasi warga Indonesia yang tergenang, semua komunikasi terputus, saat itu saya minta orang di kedutaan memutar lagu Indonesia dan lagu dangdut, lalu orang Indonesia berkumpul. Saya kira itu adalah cara yang paling sederhana," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, President of Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Prof Hidetoshi Nishimura juga menyampaikan ungkapan belasungkawa atas bencana gempa yang terjadi di Aceh beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, pemerintah Jepang siap untuk membantu Indonesia dalam penanganan pasca bencana.
"Saya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam terhadap bencana yang dialami oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Aceh. Mengingat Indonesia adalah negara sahabat Jepang, dan Indonesia serta Jepang sudah membagi derita bencana yang sama jadi tentu Jepang memiliki perhatian untuk memberikan bantuan," ujar Hidetoshi.
"Pada Tsunami Awareness ini, 142 negara member, termasuk Jepang, akan ikut terus mengingatkan generasi berikutnya tentang tragedi ini dan untuk bisa menghadapi bencana dengan lebih baik lagi," tuturnya. (nkn/idh)











































