Ahok mengutarakan alasannya membuat klinik hingga di dalam pasar. Dia mengatakan membuat klinik di dalam pasar karena, dari pengalamannya, banyak ibu-ibu dan pedagang yang tidak sempat berobat dan ke rumah sakit.
"Kenapa saya bangun klinik sampai pasar, karena saya temukan waktu saya belanja sendiri, saya lihat ibu-ibu di pasar itu enggak bisa dan enggak sempat ke rumah sakit. Makanya saya bikin klinik di pasar," kata Ahok kepada pendukungnya di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beban perempuan ini begitu banyak, banyak perempuan stres harus urus anak dan cari duit, makanya kita bentuk RPTRA," ujar Ahok.
"Pendidikan, KJP itu, dulu ibu-ibu paling banyak ke Pegadaian pas kenaikan kelas, buat biaya beli-beli keperluan. Sekarang enggak ada lagi itu yang ke Pegadaian," lanjutnya.
Untuk keamanan bagi perempuan, di akhir tahun nanti akan ada 6.000 CCTV yang bisa mengenali wajah di Jakarta. Sementara itu, untuk masalah keuangan, Ahok terus mendorong agar perempuan dan ibu-ibu bisa mandiri mencari penghasilan tambahan untuk membantu keuangan keluarga.
"Termasuk urusan kantong. Kemarin dapat laporan ibu-ibu di Rusun Tambora mulai menjahit, saya mau ibu-ibu di rusun punya penghasilan. Kalau ibu-ibu punya uang, nanti suami takut sendiri," canda Ahok.
Bukan tanpa alasan mengapa kesehatan dan keamanan perempuan menjadi perhatian khusus Ahok. Dia merasakan sendiri bagaimana anak-anaknya sering mencari ibu mereka karena belum pulang meski hari telah malam. Sedangkan, sambil bercanda Ahok mengatakan, bila dia belum pulang, anak-anak mereka jarang mencarinya.
"Kalo ada ibu, saya enggak pulang berapa hari saja, anak saya enggak nyariin. Kalau istri saya malam belum pulang, pasti dicariin. Dulu kalau mama saya sakit, saya tungguin, enggak sekolah takut dia meninggal," kata Ahok.
"Enggak ada alasan enggak menjaga kesehatan perempuan," tutupnya.
(bis/imk)











































