Ikrar Nusa Bakti: Konflik di PPP Lebih Parah dari PKB
Jumat, 08 Apr 2005 11:43 WIB
Jakarta -
Pengamat politik Ikrar Nusa Bakti menilai konflik yang terjadi di tubuh PPP lebih parah dibanding konflik yang terjadi di tubuh PKB. Alasannya, konflik yang terjadi di partai itu tidak hanya pada tataran generasi mudanya saja, tetapi sudah mencakup tingkat pimpinan."Ini adalah problem yang sangat besar yang dialami PPP. Pilihan terbaik untuk PPP saat ini yang sangat penting untuk dipikirkan jalan keluarnya yakni bagaimana pihak elit di PPP dapat menunjukkan eksistensinya pada konstituennya," kata Ikrar.Ikrar menegaskan hal itu saat ditanya mengenai konflik internal di sejumlah parpol yang terjadi belakangan ini usai peluncuran buku Indonesia in the Soeharto Year: Issues Incident and Images di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat, (8/4/2005).Menurut Ikrar, konflik yang terjadi pasca dan sebelum kongres partai-partai di Indonesia adalah suatu kemunduran, karena saat ini orang-orang yang duduk di partai tidak lagi membicarakan ideologi, melainkan kepentingan pribadi yang lebih diutamakan dari pada kepentingan rakyat."Hal ini sangat disayangkan karena untuk membawa demokrasi, jalan terbaik adalah melalui parpol. Dalam kurun waktu tujuh tahun ke belakang ini tampak jelas bahwa kepercayaan rakyat terhadap parpol makin memudar," katanya. Hal ini, lanjut dia, ditunjukkan dengan jumlah pemilih golput pada tahun 2004 yang lebih besar dibandingkan tahun 1999.Yang ditakutkan, kata dia, ketika muncul kerinduan terhadap otoritarisme untuk mencapai demokratisasi. Ketakutan terbesar adalah bila penyampaian demokrasi disalurkan melalui jalan militer. "Kita mengetahui bahwa Indonesia belum mencapai tahap kedewasaan berdemokrasi. solusi terbaik adalah parpol harus mengkaji secara intensif mengenai mekanisme internal kerja partai masing-masing, bukan hanya ribut ketika kongres untuk pemilihan ketua yang pada gilirannya pada kongres tidak membicarakan esensi kepartaian, tetapi justru pada sosok pemilihan ketua umum yang baru," ungkapnya.Seperti diketahui konflik di tubuh PPP mencuat saat ketum PPP menghentikan sementara enam pengurus PHP DPP PPP.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































