Hal itu diceritakan oleh Menko Polhukam Wiranto saat DKPP Outlook di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016). Pada 2 Desember 2016 lalu, Wiranto memang menemani Jokowi hujan-hujanan menuju Monas.
"Tatkala hujan, presiden pakai payung. Payungnya warna biru. Wah lalu sekarang orang berbondong cari payung warna biru. Supaya sama dengan presiden. Padahal saya tahu karena hujan, buru-buru cari payung adanya warna biru, bukan karena cari warna biru begitu. Karena bekas payung presiden sebelumnya, Pak SBY," kata Wiranto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dipakai Jokowi, payung biru itu jadi ramai dibicarakan dan dipakai banyak orang. Sebelumnya, jaket bomber yang dipakai Jokowi ketika memberi pernyataan pers usai aksi 411 juga jadi sorotan.
"Orang tidak tahu asal usulnya yang penting dipakai presiden berarti kita ikutin. Payung biru begitu. Sebelumnya peristiwa 411. Presiden press release pake jaket apa itu?" ucapnya.
Bahkan, rekan Wiranto pun mencari-cari jaket bomber Jokowi itu sampai ke Malaysia. Menurut Wiranto, itu adalah bukti bagaimana pimpinan menjadi panutan.
"Artinya apa, pemimpin adalah orang yang selalu diikuti. Jadi panutan," ujar Wiranto.
(imk/tor)











































