Selasa sore (13/12) kemarin, Dadan menggunakan sepeda motor melewati jembatan penyeberangan orang yang berada di atas jalan Tol Pasirkoja atau tepatnya di kawasan Baturengat, RT 2 RW 3, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Jembatan tersebut menghubungkan antara permukiman penduduk di Blok Sakola dan Blok Tengah.
Dadan berangkat dari rumahnya di daerah Blok Sakola yang berjarak sekitar 50 meter ke jembatan tersebut. "Saya lewat jembatan itu ketemu orang (pelaku) lagi diam sambil pegang beberapa pisau. Enggak curiga, soalnya saya mengira orang itu jualan pisau. Ya pisaunya bagus, bermotif kembang," ucap Dadan kepada detikcom di kediamannya, Rabu (14/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah 15 menit kemudian, Dadan bertolak perjalanan pulang melintasi jembatan tersebut. "Waktu pulang itu, saya kan lewati lintasan menanjak di jembatan. Ada dua orang, pria dan wanita. Karena sempat menghalangi jalan, saya bunyikan klakson motor," ujar Dadan.
Tenaga motor berkurang lantaran pacuan gas motor Dadan terhalang dua pejalan kaki tersebut. "Motor setiba di jembatan yang jalan datar itu sempat berhenti. Nah saya ketemu lagi sama orang yang pegang pisau. Saya lewat, tiba-tiba orang itu menusuk saya dari belakang," ucap Dadan sambil memperlihatkan perban yang membungkus luka tusuk di punggung.
Dadan terkejut. Dia tidak melawan pelaku yang mengenggam pisau dapur bermotif kembang. "Pelaku langsung mengejar dua orang pejalan kaki itu. Saya memilih segera pulang karena punggung mengucur darah," ucapnya.
Ia tak mengetahui nasib dua pejalan kaki yang dikejar-kejar Aziz. Setiba di rumah, Dadan menceritakan kejadian menimpanya kepada keluarga. Sontak saja ayah Dadan, Asep Odang Sutisna alias Aa Odang (64) bereaksi.
"Bapak (Odang) tiba-tiba pergi tanpa sepengetahuan saya. Mungkin bapak ingin bela saya yang ditusuk pelaku," ujar Dadan.
Odang berbisnis kain di Cigondewah ini berjalan kaki dari rumahnya menuju jembatan. Dia bertemu pelaku yang menikam anaknya tersebut. Namun nahas, Odang turut menjadi sasaran Aziz.
Adik Dadan yang juga anak Odang, Acep Nugraha (39), mencoba mencegah ayahnya bertemu pelaku. Tetapi Aziz malah berontak dan ngamuk lalu menyabetkan pisau ke lengan kanan Acep yang berusaha menolong Odang.
Bersamaan itu, keponakan Odang, Agus Munawar (43), menyusul ke jembatan. Agus memberanikan diri melawan Aziz meski terkena sabetan pada punggung kanan dan dada kanan. Pelaku menjauh dari jembatan kemudian dikepung sejumlah warga. Massa geram lalu mengeroyok pelaku. Polisi datang dan memboyong Aziz yang wajahnya babak belur ke RS Sartika Asih Bandung.
"Bapak meninggal akibat luka tusuk di dada. Adik dan keponakan saya luka-luka," kata Dadan.
(bbn/ern)











































