"Saya meninjau ini, puas hasil kerja tim MRT sampai saat ini progressnya sudah 70 persen untuk konstruksi, kumulatifnya sudah 50 persen. Artinya rencana kita 2019 diselesaikan, Insya Allah bisa dilaksanakan," ujar Budi di lokasi, Rabu (14/12/2016).
Melihat perkembangan saat ini, Budi optimistis proyek MRT itu akan bisa beroperasi pada 2019. Dia juga mengapresiasi kinerja tim proyek yang sesuai target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi juga berpesan kepada tim pengembang agar penyelesaian proyek itu dilakukan secara profesional. Apalagi pembangunan tersebut memakan biaya besar dari dana rakyat.
"Proyek MRT pertama, saya berpesan supaya semuanya dikerjakan dengan profesional dengan hati-hati. Ini benchmarking bagaimana Indonesia memulai proyek MRT dengan baik," beber dia.
Budi juga melihat kerjasama antara Indonesia dengan Jepang dalam pembangunan proyek MRT itu berjalan baik. Pihaknya memberikan dukungan penuh dengan apa yang sudah dikerjakan.
"Indonesia dibantu Jepang saya melihat ini proses yang baik sudah terjadi, Dephub memberikan supporting secara penuh dengan apa yang dikerjakan," urainya.
Budi kembali mengingatkan tim agar bekerja dengan hati-hati mengelola dana yang diberikan. Dia berharap tim juga menggandeng BPKP dan konsultan internasional sebagai pihak pengawas.
"Saya berpesan bahwa uang rakyat besar sekali, tolong asas kehati-hatian, tolong diperhatikan. Ada BPKP, konsultan internasional dilibatkan. Satu kali kita main mata, kita tidak habis semua dan tidak dipercaya lagi untuk proyek-proyek lain," ungkapnya. (ams/nkn)











































