"Secara umum, sebagian masyarakat sudah cukup setuju dengan arah pembangunan DKI Jakarta, namun masih ada kekecewaan mengenai performa pemerintah daerah dan harapan bahwa bisa lebih diperbaiki lagi. Sebanyak 58,9 persen masyarakat Jakarta merasa pembangunan dalam arah yang tepat dan 52,1 persen masih ada yang perlu diubah," imbuh Sandiaga di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).
Hal ini diungkapkan Sandi dalam seminar 'Refleksi Akhir Tahun dan Outlook Ekonomi Bisnis 2017' yang diselenggarakan di ruang fraksi PKS DPR RI. Dia mengatakan kebijakan yang bersifat infrastruktur paling dianggap memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sosok yang juga berkecimpung di dunia usaha ini mengatakan tidak ada yang salah menjadi konsumen. Namun, hal tersebut harus diimbangi dengan meningkatkan produksi
"Solusi yang ditawarkan yaitu menjaga stabilitas bahan pokok, menciptakan lapangan pekerjaan, sektor pendidikan pembangunan menyeluruh dalam aspek SDM dengan peningkatan kualitas pendidikan," papar Sandiaga.
Sandiaga juga sempat bercerita soal pengajuan dirinya menjadi calon Gubernur DKI Jakarta oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dia sempat keberatan dengan tawaran tersebut.
"Saya bilang 'Pak ini akan berhadapan dengan mantan kader bapak', kalau masalah macet dan banjir, saya bilang saya tidak punya solusi. Masalah Jakarta bukan hanya macet dan banjir, tetapi juga lapangan pekerjaan," lanjut Sandiaga.
Sandiaga menambahkan saat blusukan selama ini, dia mengatakan bahwa lapangan pekerjaan masih menjadi masalah utama di DKI Jakarta. Kemudian, dia mengatakan dirinya akan masuk dalam rekor MURI.
"Persepsinya mencari kerja itu susah, dua hari lagi saya akan masuk rekor MURI, ada 1.000 titik yang saya datangi. Kita melihat Pemprov di garis terdepan menciptakan lapangan pekerjaan belum terlihat. Ini embrio masalah sosial," tandasnya.
(dkp/imk)











































