Agus tiba di Tegal Parang, Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2016) sekitar pukul 14.40 WIB. Sesampainya, Agus disambut atraksi Betawi, palang pintu.
Setelah itu, Agus mengunjungi rumah salah satu warga komunitas UKM bir pletok, bang Opik. Agus melihat proses pembuatan bir pletok kemudian sedikit mengobrol dengan pemilik usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan dari pemilik peternakan sapi di Tegal Parang tersebut adalah kurangnya perhatian dari pemerintah dan juga ingin didukung usahanya. Karena pergerakan ekonomi yang menurutnya juga lambat, ini berpengaruh pada omset.
"Ya, sapinya ga sakit kan pak," tanya Agus.
"Enggak pak," jawab peternak sapi, Yudi.
Agus ditawarkan untuk memerah susu sapi namun Agus berkata di lain kesempatan saja. Kemudian Agus berjanji akan memerhatikan lagi usaha seperti peternakan sapi itu. Agus juga sempat melihat tempat usaha tahu yang dikelola warga setempat.
Agus selanjutnya berjalan ke Duren Tiga bertemu pengusaha kerak telor yang sudah bertahan 3 generasi, Zubaidah. Agus kembali berjanji akan memerhatikan lagi usaha tersebut, terlebih dirinya dan pasangannya, Sylviana Murni komit memajukan budaya betawi.
"Saya dan Mpok Sylvi ingin memajukan budaya betawi, kuliner betawi. Seperti kerak telor ini ya, kemudian selendang mayang. Batik betawi juga ya. Saya mohon doanya ya buk, pak," ujar Agus. (gbr/imk)











































