Buku Diskreditkan Din Syamsuddin Beredar di Arena Kongres PAN

Buku Diskreditkan Din Syamsuddin Beredar di Arena Kongres PAN

- detikNews
Jumat, 08 Apr 2005 11:20 WIB
Semarang - Din Syamsuddin sudah menolak ikut pertarungan menjadi ketua umum PAN. Tapi, buku yang mengdiskreditkan Din itu beredar di arena kongres. Siapa yang mengedarkan? Buku itu berjudul 'Din Syamsuddin Sang Ambisius Penghancur Muhammadiyah'. Buku bercover foto Din Syamsuddin yang memakai topeng hitam. Buku ini dicetak secara eksklusif dan terdiri 105 halaman. Pembuat buku ini mengatasnamakan 'AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Yogyakarta'. Penerbit buku itu beralamatkan di Majalah Suara Muhammadiyah Yogyakarta. Buku ini beredar dalam pembukaan kongres II PAN di Hotel Patra Jasa, Semarang, pada Kamis (7/4/2005) malam. Dari judul buku, sudah jelas bahwa buku ini memang berisikan hal-hal miring tentang Din Syamsuddin, kini wakil ketua PP Muhammadiyah dan sekjen MUI. Di dalam buku itu dijelaskan bahwa aktivitas dakwah Din selama ini tidak ada yang positif dan bahkan mengarah kepada ambisi-ambisi pribadi Din Syamsuddin. Salah satunya, keinginan Din menjadi ketua PP Muhammadiyah. Di halaman lainnya, disebutkan juga bahwa Din-lah yang mengompori Muhammadiyah untuk mengambil alih Bank Swansarindo, yang kini menjadi Bank Persyarikatan. Dalam perkembangannya, bank ini tidak berkembang dengan baik. Dan masih banyak hal lain tentang aktivitas Din yang dinilai pembuat buku bersifat negatif. Ketua Umum DPP IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Ahmad Rofiq saat dihubungi detikcom, Jumat (8/4/2005), mengaku sudah mendengar informasi tentang beredarnya buku ini. Bahkan, seorang anggota AMM yang menyaksikan pembukaan muktamar II PAN juga mendapatkan buku tersebut. Rofiq mengaku heran, mengapa buku tentang Din beredar di kongres PAN. "Saya kira ini ada tangan-tangan jahil yang sengaja menyebarkan buku ini. Saya menduga harapan dengan adanya buku ini, tokoh Muhammadiyah yang ada di PAN akan bisa menghadang Din Syamsuddin di dalam muktamar," kata Rofiq. Dia menyesalkan sikap-sikap yang kurang baik yang dilakukan oleh penulis dan pengedar buku itu. Pasalnya, di Muhammadiyah, tidak ada tradisi saling mendiskreditkan kader Muhammadiyah. "Dan saya rasa, cara-cara ini sangat berbahaya bila dilakukan oleh anggota Muhammadiyah," ungkapnya. Dan lebih fatal lagi, kata Rofiq, penulis buku ini mencatut nama AMM Yogyakarta dan Majalah Suara Muhammadiyah. "Kita sudah cek, AMM Yogya dan Suara Muhammadiyah mengaku tidak membuat buku itu. Jadi, siapa yang membuat buku ini, masih gelap," ujarnya. Menurut Rofiq, data-data yang ditampilkan di buku ini juga salah. Rofiq menjelaskan soal keterkaitan Din dengan Bank Persyarikatan. "Bank Persyarikatan dibentuk bukan karena Din. Tapi, ini karena rekomendasi muktamar Muhammadiyah, bahwa Muhammadiyah harus mempunyai lembaga keuangan melalui perbankan. Dan yang membawa investor Bank Persyarikatan, itu bukan Din, tapi Dawam Rahardjo dan Syafi'i Ma'arif. Jadi buku ini ada pemutarbalikan fakta," kata dia. Untuk diketahui, dalam muktamar Muhammadiyah Juli 2005 di Malang, Din disebut-sebut akan dicalonkan sebagai ketua PP Muhammadiyah. Sejumlah calon lainnya juga beredar, seperti Rosyad Sholeh, Malik Fadjar, dan Yahya Muhaimin. Amien Rais juga berencana maju. (asy/)


Berita Terkait