KPK Sebut Ada Indikasi Korupsi di Pilkada Banten, Andika: Jangan Tanya ke Saya

KPK Sebut Ada Indikasi Korupsi di Pilkada Banten, Andika: Jangan Tanya ke Saya

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 14 Des 2016 15:07 WIB
KPK Sebut Ada Indikasi Korupsi di Pilkada Banten, Andika: Jangan Tanya ke Saya
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Cawagub Banten Andika Hazrumy yang juga anak mantan gubernur Atut Chosiyah tidak bersedia berkomentar jauh terkait pernyataan pimpinan KPK soal adanya indikasi korupsi di Pilkada Banten 2017. Sebab, saat ini dirinya fokus pada upaya mendekati masyarakat dalam momen kampanye.

"Kalau itu jangan tanya ke saya, (saat) ini mah urusannya lagi sama masyarakat," kata Andika Hazrumy kepada detikcom usai kampanye di Kalanganyar, Lebak, Banten, Rabu (14/12/2016).

Andika menambahkan, juru bicara Wahidin Halim sudah menanggapi pernyataan pimpinan KPK tersebut. Menurutnya, tanggapan Jubir Wahidin itu sudah mewakili perkataan dan tanggapan dirinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jubir Pak WH (Wahidin), jubir saya juga. Berarti sudah mewakilin," kata Andika.

Baca juga: Jubir Wahidin: Kami Mundur Bila yang Dimaksud KPK Pasangan WH-Andika

Sebelumnya, juru bicara cagub Wahidin Halim, Jazuli Abdillah mengatakan pasangan yang diusung oleh 7 partai di Pilkada Banten ini siap mundur jika yang dimaksud atas ungkapan pimpinan KPK mengarah pada calonnya.

"Wahidin Halim-Andika siap dengan konsekuensi buka-bukaan KPK, bahkan berani mengundurkan diri bila yang dimaksud KPK yang terlibat korupsi adalah pasangan ini," kata Jazuli Abdillah melalui pesan kepada detikcom pagi tadi.

Jazuli juga mengatakan bahwa pilkada harus dimaknai sebagai hajat mekanisme masyarakat untuk melahirkan kepala daerah berkualitas. KPK harus menghargai hak masyarakat dengan cara memberikan kejelasan tentang siapa terindikasi korupsi.

Baca juga: Ketua KPK Sebut Ada Korupsi Terkait Pilkada Banten

Sebelumnya diberitakan, Agus Rahardjo menyebut sudah ada indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pilkada yang saat ini masih berlangsung.

"Saya monitor, kami punya radar untuk di sini (Banten). Tapi karena itu (korupsinya) agak besar, itu nanti setelah pilkada aja deh," ujar Agus kepada wartawan di Kantor PWNU Banten, Jl Raya Serang-Jakarta, Kota Serang, Banten, Sabtu (26/11). (bri/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads