DetikNews
Rabu 14 Desember 2016, 12:57 WIB

Kawasan Gumuk Pasir Bantul Ditertibkan, Warga Protes dan Berteriak Histeris

Edzan Raharjo - detikNews
Kawasan Gumuk Pasir Bantul Ditertibkan, Warga Protes dan Berteriak Histeris Penertiban di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul, DIY (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Bantul - Ratusan personel gabungan diturunkan untuk menertibkan bangunan-bangunan yang berada di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul, DIY. Bangunan rumah warga dirobohkan satu per satu menggunakan alat berat.

Sejumlah warga menangis histeris saat melihat rumahnya dirobohkan. Petugas langsung menenangkan warga yang histeris. Demonstrasi sebagai bentuk penolakan penggusuran juga dilakukan massa.

Kepala Satpol PP Bantul Hermawan Setiaji mengatakan warga yang belum mendapatkan hunian setelah rumahnya dirobohkan akan ditampung di Dinas Sosial. Pemerintah juga menyiapkan lahan relokasi bagi warga yang bersedia direlokasi.

"Ada sekitar 15 bangunan yang ditertibkan. Di sini kebanyakan disewakan yang sebagian besar untuk kegiatan tidak positif. Untuk aktivitas PSK dan sebagainya. Ini kebetulan juga pas penataan Gumuk Pasir," kata Hermawan di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Rabu (14/12/2016).

 Penertiban di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul, DIY, Rabu (13/12/2016)Foto: Edzan Raharjo-detikcom
Penertiban di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul, DIY, Rabu (13/12/2016)


Direktur LBH Yogyakarta Hamzal Wahyudin menyebut penggusuran ini melanggar HAM. Karena itu, LBH akan melaporkan Pemkab Bantul ke Komnas HAM. Pelanggaran HAM yang dilakukan yakni pelanggaran hak hidup dan kepemilikan.

"Setidaknya ada 27 warga terdampak penggusuran dan belum mendapat ganti rugi. Uang jasa bongkar Rp 1 juta yang akan diberikan itu tidak manusiawi," kata Hamzal di lokasi.

Kawasan Gumuk Pasir Bantul Ditertibkan, Warga Protes dan Berteriak HisterisFoto: Edzan Raharjo-detikcom


Sebelumnya, Bupati Bantul Suharsono menjamin penertiban dilakukan secara persuasif dan tanpa kekerasan. Pihaknya melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang ada.

Penertiban di kawasan Gumuk Pasir ini dilakukan untuk menyelamatkan Gumuk Pasir Barchan yang langka. Kawasan tersebut mengalami kerusakan cukup parah karena banyak didirikan bangunan, tambak udang, dan vegetasi.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed