"Oh sudah sering kalau dimarah-marahin seperti itu, tapi paling sambil lewat orangnya," ujar Sutisna kepada detikcom, Rabu (14/12/2016).
"Kan kalau kita nanggapinnya dengan senyum, dia akan malu sendiri," tambah Sutisna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yah sabar saja, itu sudah risiko jadi polisi, namanya juga manusia, emosionalnya beda-beda, hadapi dengan senyuman saja," imbuh Bintara lulusan 1993 itu.
Sutisna menilai, kondisi lalu lintas yang macet memang sering kali menimbulkan emosi. Ia berharap, pengendara tetap sabar dan tertib dalam berlalu lintas.
"Semoga, kalau memang taat akan aturan lantas tentunya pasti akan nyaman di jalanan, jangan semaunya, ikutin aturan yang ada agar tertib semuanya," tuturnya.
Seperti diketahui, Sutisna mendapat caci maki dari Dora saat sedang mengatur lalu lintas di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Selasa (13/12) pagi kemarin. Dora memarahi dan mengumpatnya dengan kata-kata kasar karena berdiri di jalan.
Awalnya Sutisna tidak mau menanggapinya. Namun setelah kali kedua Dora marah-marah dan memakinya, Sutisna pun mendekatinya dengan mekasud untuk mengklarifikasi pernyataan Dora tersebut.
Namun bukannya memberi penjelasan, Dora malah semakin menjadi-jadi. Dia bahkan merebut handphone Sutisna yang saat itu akan dia gunakan untuk mendokumentasikan pelat nomor mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan Dora.
Dora semakin marah, terlebih setelah Sutisna mengambil kunci mobilnya. Sutisna mengambil konci mobil Dora karena tidak mendapat penjelasan dari Dora mengapa ia dicaci maki.
Hingga akhirnya Dora menarik seragamnya dan mencakarnya. Handphone Sutisna pun sempat dilempar ke jalur busway, setelah Sutisna menyerahkan kembali kunci mobilnya itu. Sutisna tidak melawan sedikitpun saat itu.
Insiden itu sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas. Peristiwa itu juga menjadi viral di media sosial karena rekaman video yang diambil oleh rekan Sutisna, tersebar di dunia maya.
(mei/idh)











































