Berdasarkan pantauan detik.com pada Rabu (14/12/2016), pelaku masih terbaring di ruang inap tahanan dan isolasi RS Sartika Asih Bandung.
Dua orang perawat terlihat sedang mengobati luka-luka yang dialami pelaku penusukan tersebut. Pemuda itu sesekali merintih kesakitan saat perawat menyentuh luka di bagian wajah dan kepalanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku terbaring di kasur dengan diikat di bagian kaki dan perutnya. Pelaku masih mengenakan pakaian yang sama saat menikam delapan orang secara membabibuta.
Humas RS Sartika Asih Nita Gianita mengatakan pasien masih dalam observasi dokter. Sejumlah pemeriksaan masih akan terus dilakukan terutama mengenai kejiwaan pasien.
"Pasien ini kan titipan polisi. Pemeriksaan belum semua dilakukan. Nanti kami akan melakukan pemeriksaan psikologis (pasien) sesuai permintaan kepolisian," ungkap Nita.
Ruang inap tahanan dan isolasi RS Sartika Asih tampak dijaga oleh dua anggota kepolisian dari Polsek Bandung Kulon. Pengamanan sudah dilakukan sejak pelaku masuk ke rumah sakit tadi malam.
Sebelumnya, pelaku secara membabibuta menikam delapan orang di di Kampung Cigondewah Kaler, RT 01/03 Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Selasa (13/12/2016) sekitar pukul 17.00 WIB. Satu orang meninggal dunia.
Motif penyerangan yang menyebabkan satu orang tewas itu masih didalami pihak kepolisian. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Pelaku mendapat perawatan di RS Sartika Asik karena mengalami luka dihakimi warga. Sehingga pelaku belum bisa dimintai keterangan. (ern/ern)










































