Tukang Bubur Penghadang Kampanye Sudah Minta Maaf ke Djarot

Tukang Bubur Penghadang Kampanye Sudah Minta Maaf ke Djarot

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 14 Des 2016 12:16 WIB
Tukang Bubur Penghadang Kampanye Sudah Minta Maaf ke Djarot
Naman (tengah)/Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Naman Sanip, terdakwa kasus dugaan pelarangan kampanye Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah meminta maaf kepada Djarot. Menurut kuasa hukum Naman, Abdul Haris, hal itu adalah wajar.

"Kita kalau dianggap melakukan kesalahan sama orang ya minta maaf. Pak Djarot juga kemarin kalau dirasa ada kesalahan juga minta maaf," kata Abdul Haris kepada detikcom, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (14/12/2016).

Naman dan Djarot sudah saling memaafkan. "Tapi kan proses hukum tetap berjalan," kata Abdul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momen saling meminta maaf tersebut dilakukan pada Selasa (13/12). Saat itu, Djarot dan Naman hadir dalam persidangan perdana.

Naman didakwa dengan pidana Pasal 187 Ayat (4) UU RI no 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 1 tahun 2015 tentang penetapan paraturan pemerintah pengganti undang-undang no 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi undang-undang.

Naman dianggap sebagai kordinator palarangan kampanye Djarot di kembangan pada tanggal 9 November 2016. Hal tersebut dibantah oleh kuasa hukum dalam pembacaan eksepsi.

"Tidak ada kesepakatan antara Naman Sanip dengan pendemo yang mengangkat Naman Sanip sebagai komandan demo. Harus punya data dan bukti Naman Sanip menggerakan demo. Naman Sanip hanya ikut-ikutan," kata Abdul.





(aik/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads