Siti menceritakan bahwa dirinya berobat ke RS Budhi Asih menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, dirinya malah dirujuk ke Laboratorium Pramita terlebih dahulu dan dikenai biaya Rp 700 ribu.
"Saya sudah terkena stroke dari 2011. Kemarin saya berobat ke RS Budhi Asih, dari sana saya malah disuruh ke Lab Pramita. Dan saya dikenai biaya Rp 700 ribu. Padahal saya kemarin pakai BPJS, Pak," kata Siti kepada Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu masuknya puskesmas apa praktik dokter? Kalo praktik dokter, itu swasta. Kalau pagi itu, harusnya pakai BPJS dan enggak perlu ke lab. Harusnya rumah sakit enggak berani sekarang. Mungkin karena saya enggak ada, jadi orang berani. Biasanya ada komisi-komisinya ini. Nanti orang saya selidiki," jawab Ahok di lokasi yang sama.
Ahok juga menceritakan bahwa saat dirinya masih menjabat Bupati Belitung Timur, banyak kecurangan yang dilakukan oleh oknum rumah sakit di sana. Salah satunya adalah adanya oknum yang memberikan obat kepada pasien yang seharusnya tidak perlu, lalu obat yang diambil tadi dijual.
"Ada kasus juga, di lapangan, dulu waktu saya menjadi bupati terjadi. Askes bangkrut karena ambil obat yang enggak perlu tapi jual nama pasien. Pasien enggak butuh tapi ditulis. Habis itu dijual oleh oknum," cerita Ahok.
Ahok juga menjelaskan pentingnya BPJS Kesehatan untuk kesehatan warga Jakarta. Salah satu hal yang disinggung oleh Ahok adalah layanan cuci darah yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
"Makanya yang saya selalu bilang pakai BPJS saja. Karena kalau asuransi, kalau sampai cuci darah, memang mau mereka tanggung? Kalau BPJS kan mereka akan tanggung semuanya. Makanya kalau pakai BPJS uang kamu aman, bisa sehat juga kamu," terang Ahok.
"Kalau kesehatan enggak beres, pasti saya lawan. Biar dompet warga Jakarta enggak kempes tapi perut kenyang," tutupnya. (bis/imk)











































