Terhangat, Dora Natalia pengemudi mobil Daihatsu Xenia bernopol B 1257 PRY warna putih diberhentikan Aiptu Sutisna karena hendak masuk jalur Bus TransJakarta di Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur, tepatnya di seberang Gereja Santa Maria.
Tanpa ba bi bu, perempuan berkerudung ini turun dari mobil lalu memaki bahkan mencakar Polantas. Kelakuan Dora yang merupakan pegawai MA ini menjadi buah bibir masyarakat setelah terekam video dan ramai beredar di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sonya saat itu ngotot dan marah-marah. Bahkan, Sonya mengaku sebagai anak jenderal. Disebutlah nama Irjen Arman Depari yang juga Deputi Penindakan BNN. Mendengarkan ucapan itu, lulusan Akpol 2013 ini tenang dan berusaha tidak menanggapi pernyataan siswi itu. Namun, Perida tidak menilang Sonya. "Alasan nggak ditilang itu karena pada saat itu saya melihat lingkungan sekitar terjadi timbul kemacetan, kemudian anak itu emosi maka saya putuskan untuk menyuruh anak itu pulang ke rumah," kata Perida.
Peristiwa lain yang menjadi sorotan publik, kelakukan seorang ibu pengemudi Mitsubishi Pajero yang mencakar wajah anggota polantas, Brigadir Rustam saat hendak ditilang di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Perempuan berinisial HC itu tidak terima ditilang Rustam. Ia kemudian memarahi dan memaki Rustam dan mengambil buku tilang yang dipegang Rustam. Emosi HC kian memuncak hingga kemudian mencakar wajah Rustam lalu menendangnya dan memukul bagian belakang telinga Rustam dengan handphone milik wanita tersebut.
Aparat kepolisian mengimbau agar masyarakat lebih santun sepanjang polisi menjalankan sesuai aturan. Anggota polisi juga diminta bersikap lebih humanis dan lebih sabar saat bertugas.
Jangan Ditiru!
Berikut kisah Dora hingga Sonya:
Dora Natalia
|
Foto: Sosok Dora Natalia (Dok Istimewa)
|
Video berdurasi 40 detik itu merekam adegan seorang pengendara mobil Daihatsu Xenia yang sedang memarahi polisi di Jl Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Dalam video itu terlihat polisi hendak mengeluarkan telepon genggam, namun dipukul oleh pengendara wanita hingga terlempar. Tak hanya itu, kata kasar juga terlontar dari wanita yang mengenakan kerudung warna ungu tersebut.
"Pake otak lu ye!" kata wanita tersebut kepada polisi.
Tak sampai di situ, Wanita itu juga memaksa untuk mengambil kunci mobil yang dipegang polisi, dia berusaha menarik polisi tersebut hingga rompi berwarna hijau yang biasa digunakan polisi lalu lintas dan seragam berwana coklatnya tersebut robek.
Saat si polisi berjalan menjauh, perempuan itu terus mengejar. Dia meminta si polisi mengembalikan sesuatu.
"Mana surat tugas gue," kata perempuan.
Aiptu Sutisna sudah membuat laporan atas insiden tersebut di Polres Jakarta Timur. Sutisna juga menyerahkan bukti-bukti terkait peristiwa yang sempat menjadi tontonan warga itu. "Barang buktinya bajunya yang robek-robek, pangkatnya yang copot sama rekaman video, itu yang ambil video itu anggota juga, rekan korban yang sedang bertugas," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana.
Penyidik Satreskrim Polres Jakarta Barat akan memanggil Dora untuk dimintai keterangan.
Sonya Depari
|
Foto: Instagram Sonya
|
Tindakan itu terjadi ketika polisi lalu lintas memberhentikan satu unit mobil Honda Brio BK 1428 IG melintas dengan pintu belakang terbuka di Jalan Sudirman, Medan, Rabu 6 April 2016.
"Itu ada mobil lain (melanggar lalu lintas), kenapa kami yang dihentikan," protes Sonya kepada seorang Polwan yang diketahui bernama Ipda Perida Panjaitan.
Sonya kala itu juga mengaku sebagai anak dari Irjen Arman Depari yang juga Deputi Penindakan BNN. "Oh mau dibawa. Oke Bu ya. Aku juga punya beking," ujar Sonya.
Menanggapi ucapan siswi itu, Parida memilih untuk tak banyak komentar dan sangat sabar. "Iya, iya. Kalian langsung pulang ke rumah ya. Kami membubarkan konvoi. Ini buat kalian juga," imbau Perida yang memilih tidak menilang Sonya.
"Alasan nggak ditilang itu karena pada saat itu saya melihat lingkungan sekitar terjadi timbul kemacetan, kemudian anak itu emosi maka saya putuskan untuk menyuruh anak itu pulang ke rumah," kata Perida.
Usut punya usut, pengakuan Sonya sebagai anak jenderal dibantah Irjen Arman Depari. Amran mengaku anaknya seorang laki-laki. Amran menyebut Sonya merupakan keponakannya. Dia meminta maaf atas nama keluarga ke Polri dan masyarakat.
Sonya kini merajut masa depannya. Terbaru, perempuan cantik itu diangkat menjadi duta anti narkoba oleh kalangan gereja-gereja reformis di Medan, Sumut. Sonya dianggap bisa menjadi ikon pemberantasan narkoba karena prestasinya di sekolah selama ini.
Ny HC
|
Foto: BrigadirRustam/Dokumentasi detikcom
|
Rustam kemudian menjelaskan pelanggaran yang dilakukan oleh Ny HC sambil memintanya menunjukkan STNK. Selanjutnya Rustam mengeluarkan slip tilang untuk menilang wanita tersebut.
Namun wanita tersebut marah, kemudian merebut slip tilang dan mencakar Rustam. Anggota Polantas itu juga ditendang dan dipukul di belakang telinganya dengan menggunakan handphone yang digenggam perempuan tersebut hingga akhirnya Rustam melaporkannya ke Polsek Kelapa Gading.
Aparat Polsek Kelapa Gading kemudian menetapkan Ny HC sebagai tersangka. Meski begitu, polisi tidak melalukan penahanan terhadap wanita pengemudi mobil Mitsubishi Pajero itu."Yang bersangkutan telah kami tetapkan sebagai tersangka atas penganiayaan ringan. Tersangka hanya dikenakan wajib lapor," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Ari Cahya Purnama.
Penyidik Polsek Kelapa Gading telah melakukan pemeriksaan terhadap Ny HC. Dia membantah telah melakukan penganiayaan terhadap Rustam. "Yang bersangkutan membantah perbuatannya. Nanti akan kami konfrontir dengan korban dan saksi-saksi," ujar Ari.
Halaman 2 dari 4











































