"Perpaduan antara religiusitas dan kebudayaan di Banten cukup beragam. Saya ingin membangunkan itu karena itu menjadi identitas kebantenan," kata Rano mengutarakan niatnya saat bertemu dengan Mustaya Nata Diredja, Selasa (13/12/2016).
Sebagai orang berlatar belakang seniman, menurut Rano, Banten kaya akan budaya apalagi peninggalan-peninggalannya. Namun menurutnya di Banten museum saja belum permanen ada. Ia sewaktu masih menjabat gubernur selama satu setengah tahun membuat pendopo gubernur lama sebagai museum sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja budaya harus kita fasilitasi, karena mereka inilah sejatinya yang mendorong dan meramaikan taman budaya," kata Rano.
Mendengar penjelasan dari Rano, Musyata Nata Diredja mendukung rencana cagub Rano untuk membangun museum dan ruang berekspresi. Karena museum yang selama ini ada di pendopo gubernur lama bersifat masih sementara. Apalagi, pemerintah provinsi dinilai kurang perhatian terkait peninggalan sejarah.
"Saya prihatin melihat patung Sultan Ageng Tirtayasa bercecer tidak terurus, karena tidak adanya tempat," ungkap pemilik sanggar budaya Lodaya itu. (bri/dhn)










































