"Kami berdiskusi soal perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan atas pengalaman yang Indonesia miliki dan apa yang negara ini lakukan dalam harmoni dan perbedaan. Bagaimana mempelajari ini semua dan membawanya ke negara kami," ujar Hakeem di kantor Wapres, Jalan Medan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).
Mantan pejuang Taliban ini mengatakan kondisi di negaranya saat ini masih tidak menentu. Akan tetapi banyak orang sedang berjuang untuk menciptakan perdamaian dan rekonsiliasi di negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dubes Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani menambahkan pembicaraan itu menyinggung soal kunjungan ulama dan intelektual Afghanistan ke Indonesia untuk belajar dan berbagi soal pengalaman Indonesia dalam mengelola konflik.
Tidak hanya itu, kedua negara juga memperbincangkan soal kerjasama perdagangan dan ekonomi, khususnya pada tahun 2017. "Kami sangat berharap peluang kerjasama di bidang perdagangan akan dijalankan pada tahun 2017. Dan kami komunitas bisnis kami siap dan pemerintah mendukung hal itu," ucapnya.
"Kami juga mencari mitra kerjasama yang ingin mengambil kesempatan ini. Tidak hanya antar negara tetapi juga daerah," sambungnya. (fiq/erd)










































