"Paling tidak membangun kepedulian, terutama kaum ibu, tokoh masyarakat, di daerah, ya harus menyelamatkan keinginan untuk melakukan itu. Seperti yang dilakukan itu, si DYN (Dian) itu. Sepertinya kan dia sudah tergerak untuk melakukan itu," ungkap Boy, di Wisma Bhayangkari Mabes Polri, Jl Sanjaya, Jakarta Selatan (13/12/2016).
Karena merazia wanita adalah hal yang cukup sensitif, maka kepolisian meminta peran masyarakat untuk hal pencegahan. "Kepolisian tidak mungkin satu per satu dapat mengecek, merazia," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy mengatakan hal yang dilakukan Dian ini adalah hal yang tidak patut ditiru oleh wanita di Indonesia. Apabila ada contoh di negara lain yang menggunakan wanita sebagai 'pengantin', sebaiknya jangan dicontoh.
"Jadi aksi bom bunuh diri dengan menggunakan wanita sebagai martir, itu diharapkan tidak terjadi di negara kita. Kalau ada contoh di negara lain, jangan dicontoh oleh negara kita," tegasnya. (rvk/rvk)











































