Diperiksa Mabes Polri
Indra Setiawan Diuber Jurnalis
Jumat, 08 Apr 2005 09:47 WIB
Jakarta - Eks Dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan memenuhi panggilan penyidik Mabes Polri untuk diperiksa sebagai saksi kasus kematian Munir. Puluhan wartawan sempat berlarian mengejarnya untuk meminta secuil komentar darinya.Indra turun dari sedan Toyota Viosnya pukul 08.30 WIB di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (15/4/2005). Puluhan wartawan yang sudah berdatangan sejak pukul 06.30 WIB tampak menunggu di tangga gedung Bareskrim.Melihat banyak jurnalis, Indra yang mengenakan safari abu-abu langsung berjalan cepat memasuki gedung. Puluhan wartawan mulai dari fotografer, wartawan media cetak dan elektronik, hingga kameramen televisi, berlarian mengubernya. "Pak, bicara dong Pak...," pinta para jurnalis. Tapi Indra hanya melambaikan tangannya pada wartawan.Wartawan masih juga berlari mengejarnya. Tapi pasukan keamanan dalam gedung Bareskrim buru-buru "menyelamatkan" Indra dari kejaran pemburu berita. Indra pun memasuki ruang pemeriksaan.Sementara, di dalam gedung Bareskrim sudah hadir 3 saksi lainnya. Tidak diketahui mereka datang lewat dari pintu mana. Sebab dari 4 saksi yang diperiksa pagi ini, hanya Indra yang kelihatan di mata wartawan. Para saksi ini didampingi oleh dua pengacara yaitu Wirawan Adnan dan M Assegaf.Sedangkan M Assegaf kepada wartawan kembali mengulang keheranannya mengapa polisi menetapkan petugas pantry Oedi dan pramugari Yeti sebagai tersangka. "Tidak ada hal yang khusus yang mengarah untuk mencurigai mereka. Karena mereka hanya melayani penumpang seperti biasa, melayani makan dan minum," kata Assegaf.Menurut Assegaf, justru yang harus dicurigai adalah penumpang yang berada di sebelah Munir. Sekadar diketahui, hingga kini Polri belum bisa meminta keterangan 2 warga Belanda yang duduk berdekatan dengan Munir dalam penerbangan Jakarta-Singapura-Amsterdam pada 6 September 2004 silam.
(nrl/)











































