Sylviana Murni Diundang Hadiri Maulid Nabi hingga Arisan RW

Dinamika Pilgub DKI

Sylviana Murni Diundang Hadiri Maulid Nabi hingga Arisan RW

Kartika S Tarigan - detikNews
Selasa, 13 Des 2016 16:27 WIB
Sylviana Murni Diundang Hadiri Maulid Nabi hingga Arisan RW
Foto: Kartika/detikcom
Jakarta - Cawagub DKI Jakarta nomer urut 1, Sylviana Murni menerima undangan untuk menghadiri sejumlah acara warga. Undangan itu disampaikan langsung oleh warga Jagakarsa, saat cawagub yang akrab disapa Mpok Sylvi itu mendatangi kampung mereka.

"Bisa enggak kalau ibu Sylvi datang ke arisan RW warga gitu. Kan satu RW juga ada beberapa RT. Kalau bisa nanti tolong dikabari biar saya kondisikan dengan pak RW," kata seorang ibu, warga RW 03, di gang Cagar, Jalan Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).

Sylvi hanya tersenyum mendapati pertanyaan itu. Dia mengatakan, tidak masalah bagi dirinya untuk menghadiri acara warga selama dia punya waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insya Allah saya bersedia datang, sepanjang jadwal saya pas," jawab Sylvi.

Pertanyaan itu tampaknya mengundang ajakan-ajakan lain. Seorang ibu kembali menyampaikan rencana kegiatan yang akan dia gelar, sekaligus mengharapkan Sylvi hadir di tengah acara itu.

"Tadi saya ada sampaikan undangan bu, kami rencananya akan menggelar maulid Nabi tanggal 18 Desember. Semoga ibu bisa datang," kata Ibu Ibrahim, warga Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu, ibu Ibrahim menyempatkan diri untuk berdialog dengan cawagub pasangan Agus Harimurti Yudhoyono itu. Dia menyampaikan sejumlah pertanyaan yang dengan sigap dijawab oleh Sylvi.

"Kebetulan saya pengurus BKB PAUD, biasanya setiap tahu kami dapat dana BOP secara tunai. Tapi tahun ini pakai cek giro. Jadi agak sulit. Jika ibu terpilih, bisa enggak peraturan itu diubah, kembali pakai tunai?," pintanya.

Sylvi kemudian menyampaikan jawabannya atas pertanyaan yang diajukan itu. Dia menyebut, ada sejumlah hal yang akan dikaji ulang jika memang itu memberatkan warga.

"Kami lihat bagaimana masyarakat ini tidak mendapat sesuatu dengan cara yang malah menjadi sulit. Masyarakat juga harus diberi pendidikan," ujar Sylvi.

Seorang warga juga menyampaikan, dirinya memiliki sejumlah bangunan yang memiliki IMB. Namun dia mengaku kesulitan membuat surat domilisi karena selama ini, tanah yang ditempatinya disebut sebagai green zone.

"Kita punya aturan. Saya akan runtutkan, insya Allah nanti akan ada solusinya. Saya tidak akan bilang 'tenang bu semua akan beres'. Yang penting rakyat jangan dibohongi pakai janji-janji. Kita punya aturan, nanti semua kita lihat," ungkap Sylvi.

(kst/imk)


Berita Terkait