"Pada saat kampanye Pak Djarot, ada orang yang saya tidak tahu namanya. Dia yang menggiring anak-anak. Kita sudah ada rekaman video, kemudian konfirmasi ke pengawas kita di lapangan. Memang ada temuan anak yang dilibatkan," kata Ketua Panwaslu Jakbar, Puadi saat dihubungi, Selasa (13/12/2016).
Kampanye Djarot yang diduga melibatkan anak-anak itu berlangsung pada 30 November 2016 lalu di Kalideres dan Cengkareng. Djarot tidak memenuhi panggilan yang dilayangkan panwaslu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikonfirmasi terpisah, Sekjen Komnas PA yaitu Danang Sasongko mengaku memang sudah bertemu dengan Panwaslu Jakbar. Dia juga sudah melihat video adanya anak-anak di kampanye Djarot.
"Diduga mereka memberi alat tulis, buku, dan mengajarkan yel yel. Menurut kita, ini adalah pelanggaran, memanfaatkan anak dalam kepentingan politik," ucap Danang.
Danang mengatakan pelibatan anak-anak saat kampanye melanggar UU nomor 35 tahun 2015 tentang perlindungan anak. Di situ diatur bahwa anak-anak dilarang dimobilisasi untuk kegiatan politik dan militer.
"Rekaman dan bukti sudah dikirim. Kita akan buat surat terkait kepada Ketua Timses dan KPU apakah ada pelanggaran di sana," ujarnya.
(imk/fjp)











































