"Hatiku tahu, apa yang kau mau. Apa sih yang ibu-ibu mau. Posyandu, PKK, pasukan oranye. Boleh digusur tapi jangan menyakiti hati rakyat, ngomong yang baik. Ada di tengah warga waktu rumahnya banjir," kata Sylvi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).
Saat berbicara di hadapan warga, Sylvi sempat nostalgia perjalanannya di Pilgub DKI 2017. Sebelum berpasangan dengan Agus Yudhoyono, Sylvi sudah sempat 'dilamar' yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Kartika/detikcom |
Mantan none Jakarta itu kembali menceritakan pengalamannya sebelum akhirnya 'dipinang' Agus Yudhoyono maju dalam pilgub DKI.
"Kemudian saya dilamar, diminta Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawagub. Ini adalah kesempatan untuk meluruskan niat saya, apa yang saya lakukan adalah ibadah. Mewakafkan diri menata kota Jakarta dan melayani warga Jakarta," ujar Sylvi.
Sylviana ditemani oleh anggota DPRD DKI, Nawawi yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI VIII. Dapil VIII DKI meliputi wilayah Tebet, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Jagakarsa.
Warga kompak mengenakan 'seragam' loreng dengan tulisan "Agus-Sylvi" di dada dan "Kordapil 8, 1" di lengan sebelah kiri dan merah-putih di sebelah kanan. Dalam pertemuan itu, cawagub yang akrab disapa mpok Sylvi itu juga ikut 'diseragamkan'.
"Sebagai simbol, Ibu Sylvi juga kita pakaikan baju ini. Insya Allah militan sekali untuk menang," kata Nawawi.
(kst/imk)












































Foto: Kartika/detikcom