"Kualitas pendidikan itu harus ada harus disinergikan dengan kurikulum lingkungan hidup," ujar Siti Nurbaya Bakar seusai acara di Auditorium Dr Soejarwo Gedung Manggala Wanabhakti Jl Jenderal Gatot Subroto, Senayan, RT 1/ RW 3, Gelora, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).
Penghargaan itu bernama Penghargaan Adiwiyata Nasional 2016. Ada 489 sekolah dari 880 nominator sekolah seluruh Indonesia yang mendapat penghargaan itu. Mereka dianggap menginspirasi dan berperan aktif dalam usaha melestarikan lingkungan, tumbuhan, dan satwa langka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya sekolah-sekolah peraih penghargaan Adiwiyata Nasional ini diharapkan dapat terus meningkatkan prestasi, yaitu dengan tetap konsisten melakukan berbagai pengembangan serta mengajak sekaligus membina minimal tiga sekolah lainnya untuk menjadi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.
Sekolah-sekolah Adiwiyata Mandiri akan menjadi prioritas untuk diikutsertakan pada kegiatan-kegiatan KLHK yang memerlukan keterlibatan komunitas sekolah, yakni :
1. Dilibatkan pada The 16th World Lake Conference, konferensi dunia tentang danau yang diselenggarakan bulan November 2016 di Bali,
2. Dicalonkan sebagai penerima penghargaan Asean Eco School, yaitu Sekolah Hijau/Berwawasan Lingkungan tingkat ASEAN yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali.
3. Dan pada berbagai kegiatan pendidikan lingkungan di dalam dan luar negeri. Diakhir sambutannya Siti Nurbaya mengatakan, bahwa Kementerian LHK dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen akan melakukan percepatan pendidikan lingkungan hidup diseluruh sekolah di Indonesia melalui pengembangan kurikulum dan penguatan pendidikan karakter bangsa dan kecintaan kita kepada bangsa kita
(dnu/dnu)











































