DetikNews
Selasa 13 Desember 2016, 01:47 WIB

Polisi Tangkap Pembobol Modus Ganjal ATM, Kerugian Bank Capai Miliaran Rupiah

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Tangkap Pembobol Modus Ganjal ATM, Kerugian Bank Capai Miliaran Rupiah Foto: Polisi tangkap pembobol modus ganjal ATM (Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap pelaku pembobolan uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Modus pelaku adalah dengan mengganjal mesin ATM tanpa mengurangi saldo di rekening (exit shutter hokd).

Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pelaku berinisial NKM (43) ini merupakan residivis yang pernah ditangkap dalam kasus serupa.

"NKM merupakan otak pelaku yang asalnya dari Lampung," ujar Arsya di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2016).

Tersangka bersama anak buahnya memanipulasi sejumlah bank nasional. Ia melakukan penarikan uang tunai di ATM melalui kartu ATM miliknya, tetapi tanpa mengurangi saldo di rekeningnya.

"Satu bank saja kerugiannya Rp 1,6 M dan dia sering gunakan ATM pribadi orang lain untuk penampungan dan alat untuk shutter hold," imbuh Arsya.

Dalam aksinya, tersangka mendatangi gerai ATM kemudian melakukan transaksi penarikan tunai dalam jumlah tertentu. Pada saat dilakukan transaksi di mesin ATM, tersangka menahan uang yang keluar di mesin ATM menggunakan tangannya.

"Dengan tujuan uang tersebut tidak keluar melalui sensor yang ada pada mesin ATM tersebut," terang Arsya.

Sehingga, dengan otomatis ATM tersangka keluar dan saldo yang ada di ATM tidak ter-debit. Setelah kartu ATM keluar, uang dari mesin ATM yang ditahan tadi ditariknya secara paksa.

"Dengan hal tersebut, tersangka NKM dapat melakukan penarikan uang tanpa mengurangi saldo yang ada di rekening milik tersangka," sambungnya.

Tersangka mengaku mengetahui cara-cara tersebut dengan mempelajarinya via internet. "Dia searching di google 'hacker ATM'," tuturnya.

Tersangka melakukan pembobolan dengan modus tersebut di sebuah minimarket di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada Agustus 2016 lalu. Tersangka ditangkap pada tanggal 8 Desember lalu di sebuah rumah makan di Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti di antaranya 4 buah kartu ATM, 1 unit handphone Samsung S7, uang tunai Rp 15.761.600, serta 1 unit mobil Mitsubishi Pajero yang diduga hasil kejahatan. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
(mei/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed