Pertemuan digelar di Klenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (12/12/2016). Ada yang berbeda dengan baju Agus saat tiba di klenteng tersebut. Agus yang biasanya mengenakan baju 'tacticool' penuh dengan berbagai atribut, kini hanya tersisa tulisan 'Indonesia' dan bendera merah putih di lengan kanan Agus.
Dalam sambutannya di depan puluhan umat Konghucu yang hadir, Agus menyatakan akan menghormati dan mengayomi seluruh perbedaan agama dan etnik yang ada di Indonesia, khususnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau mengayomi semua. Kita hormati segala perbedaan dan Bhinneka Tunggal Ika. Bagi saya pribadi, persatuan, perbedaan dan kebhinnekaan yang membuat kita kuat dan kaya. Jangan cari perbedaan tapi persamaan untuk kemanuasiaan dan kemajuan negeri kita," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum MATAKIN Pusat, Uung Sendana menitipkan satu pesan pada Agus. Agus diminta untuk selalu menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena kedua hal tersebut yang membuat Indonesia aman hingga sekarang.
"Harapan saya pada Mas Agus adalah kalau jadi pejabat, kita titipkan Pancasila. Kalau pemimpin memegang Pancasila dan kebhinnekaan akan membuat negara aman. Jangan lagi bicara minoritas dan mayoritas," kata Uung.
"Kalau bisa, bangun 6 rumah ibadah bersebelahan, sebagai bentuk pemimpin yang mengayomi semua agama dan etnis," lanjutnya.
Di akhir pertemuan, Agus dihadiahi sebuah buku tentang kepemimpinan dan nasihat. Buku tersebut berjudul 'Kearifan Sepotong Krupuk'. (bis/idh)











































