"Polres Ngawi sudah membantu menginterograsi orangtua dan beberapa tetangganya," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan Senin (12/12/2016).
Barung mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan Polres Ngawi hanya membantu proses penyidikan yang dilakukan Mabes Polri. Hasil interogasi terkait bom panci tersebut diberikan kepada Densus 88.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memeriksa orangtua dan tetangganya, polisi juga menyita barang bukti yang diamankan dari rumah KF, warga Desa Walikukun Kecamatan Widodaren, Ngawi itu. Seperti dokumen hingga zat kimia yang diduga sebagai bahan baku untuk bom.
Bahkan, Tim Gegana Brimob Detasemen C Madiun, siang tadi meledakkan zat triacetone triperoxide (TATP) di halaman markas Brimob Den C. Itu adalah bahan berdaya ledak tinggi (high explosive).
"Kita memasang police line di ruang yang ditemukan barang bukti di rumahnya (terduga teroris KF)," ucap Barung.
Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri menangkap terduga teroris Khafidz Fatoni (KF) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pria berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Solo, Jawa Tengah tersebut diduga jaringan kelompok teroris dari Bekasi dan memiliki peran sebagai salah satu perakit bom panci. (elz/ear)











































