Penyelidikan polisi sejauh ini menyimpulkan posisi Bahrun Naim tidak berada di Indonesia. Pria tersebut termonitor bercokol di kawasan Timur Tengah.
"(Ada di) Syria (Suriah-red)," ucap Tito saat ditanya soal keberadaan Bahrun Naim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat teroris kelompok Bahrum Naim masih menjalin pemeriksaan intensif oleh Tim Densus 88 di Korps Brimob Mabes Polri. Keempatnya yakni Dian Yulia Novi, M. Nur Solihin, Agus Supriyadi dan S alias Abu Izzah. Mereka diganjar Pasal 7 jo Pasal 15 UU RI Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penentapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
"Teoris ini adalah kelompok yang merupakan sel dari Bahrun Naim yang ada di Syiria. Modusnya dia membuat sel-sel kecil. Selnya cuma ada enam orang, mereka ini, dipimpin oleh Solikin dan lain-lain," tutur Tito.
Lagi-lagi Bahrun Naim memiliki peranan penting menggelontorkan dana untuk aktivitas kelompoknya di Indonesia. "Jadi biaya berasal dari Bahrun Naim yang dikirim melalui bank," ucap Tito menambahkan. (bbn/imk)











































