"Untuk menciptakan orang mulia harus datang dari orang mukmin, begitu juga negara, pemimpinnya harus orang baik. Kita lihat kondisi negara saat ini. Orang mukmin itu yang melahirkan rasa aman," kata Zufli di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2016).
Zufli menyebut orang Islam itu mendamaikan. Semangat salat subuh berjamaah itu, kata Zufli, sama ketika aksi 2 Desember lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia kemudian menyinggung dugaan penistaan agama yang memicu bela Islam. Dia menyebut Allah sumber menjadi kekuatan dan semangat umat muslim.
"Mengapa kita harus salat subuh berjamaah, karena seakan-akan kita salat sepanjang malam. Andaikan nanti pengadilan bermain-main dan merekayasa, jangan pernah pesimis, kita punya kekuatan Allah. Saat kita salat berjamaah, itulah kekuatan kita," beber dia.
Zufli juga mengatakan jika kegiatan itu murni dari niatan pribadi dan tidak berafiliasi dengan partai. Dia mengingatkan tidak boleh ada yang menghina Al Quran.
"Kita ke sini bukan undangan partai, kita diundang Allah untuk memperjuangkan agama dan kitab suci. Tidak boleh ada orang yang menghina Quran.
"Maka kita harus berjuang, salah satunya dengan salat berjamaah. Kita ini umat yang satu, kita akan menjadi pemimpin di negeri ini. Kita punya kekuatan takbir," sambung dia.
Zufli mengajak umat berdoa agar memiliki pemimpin muslim yang jujur dan berani. Doa dan harapan itu, kata dia, juga disatukan saat salat Jumat 2 Desember lalu.
"Kita berdoa agar kita dipimpin oleh pemimpin muslim, yang jujur dan berani, serta sayang dan disayangi rakyatnya. Saat kita salat Jumat 212, tetesan keringat dan air mata menjadi satu. Mari kuatkan barisan kita agar Allah selalu bersama kita," urainya.
(ams/imk)











































