"Betapa fitnah atau black campaign itu telah menjamah ke mana-mana," kata Agus dalam pidato politiknya di Segara Garden, Hotel Dharmawangsa Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).
Agus menceritakan berbagai pengalamannya saat berkampanye. Ia mengisahkan bagaimana menjawab pertanyaan warga terkait isu-isu black campaign.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bercerita tentang seorang Ibu etnis Tionghoa yang menghampirinya dan meminta agar etnis mereka tidak didiskriminasi dan disingkirkan. Permintaan tersebut berulang diucapkannya, pada hari Sabtu (3/12) lalu. Saat itu Agus berkunjung ke kawasan Pantai Indah Kapuk dan Muara Karang, Jakarta Utara.
"Kepada saudara-saudara saya penduduk Jakarta apapun agama, etnis, suku dan asal daerah yang mendengarkan pidato saya ini, dengan tegas saya sampaikan bahwa saya akan berbuat adil, serta melindungi dan memberikan rasa aman kepada saudara semua," ujar Agus menyampaikan janjinya.
Isu berikutnya yang ia bahas adalah jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan dihapus. Dia menyebut hal itu tidak benar.
"Saya tekankan lagi bahwa isu atau rumor ini tidak benar. Kami bahkan menyiapkan program dan anggaran Insya Allah jika terpilih menjadi gubernur untuk meningkatkan program-program termasuk KJP dan KJS tadi agar bisa lebih efektif," jelas Agus
Selain isu program KJP dan KJS akan dihapus, Agus menambahkan ada pula yang mengabarkan bahwa dirinya akan membubarkan Pasukan Oranye.
"Ini juga bohong," tegas Agus.
Termasuk isu sensitif sekitar gaji dan tunjangan pegawai jajaran Pemda Jakarta yang akan diturunkan. Agus menjanjikan kesejahteraan pegawai Pemprov akan naik.
"Jelas tidak mungkin, karena justru jika pendapatan Pemda Jakarta meningkat, kesejahteraan mereka secara bertahap akan terus ditingkatkan," Agus menambahkan.
"Saya tidak akan ragu-ragu, karena saya dan Mpok Sylvi termasuk orang-orang yang gemar berkreasi dan melakukan perubahan," lanjut Agus menanggapi isu bahwa dirinya anti-keberlanjutan atas program-program Gubernur DKI Jakarta sebelum-sebelumnya.
(imk/rna)











































