"Boleh enggak di sini, misalkan untuk membiayai yayasan bikin rumah makan dan restoran, untuk pemasukkan pengelola yayasan. Kan ramai di sini. Boleh enggak di sini untuk jualan, jualan produk kerajinan masyarakat sekitar? Boleh dong," kata Djarot di Panti Asuhan Yayasan Al Mubarokah, Minggu (11/12/2016).
"Nah inilah upaya pemberdayaan kita sehingga anak-anak kita sekolah tapi juga kemudian jadi entrepreneur (pengusaha). Kerja di sini, dikerjakan di sini, dilatih untuk bekerja di sini, kan bagus. Sehingga panti asuhan sekaligus tempat pelatihan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan depo MRT pasti megah, pasti bagus. Makanya ketika nanti kena (pembangunan MRT), ini jangan dibangun dulu. Nanti desainnya sekaligus mengikuti kami, sehingga ada balance antara depo dan panti asuhan ini. Ini akan jadi sangat strategis," ujar mantan Wali Kota Blitar tersebut.
"Tadi sampaikan ini adalah tanah wakaf. Tanah wakaf tidak boleh kemudian dialihfungsikan, harus betul-betul untuk pendidikan anak-anak yatim," lanjutnya.
Djarot juga tidak mau bila nantinya panti asuhan yang berdiri di atas tanah wakaf tersebut akan berubah fungsi menjadi hotel atau atau restoran yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan bagi anak yatim di sana. "Saya khawatir kalau bagus nanti diubah jadi hotel atau restoran, itu tidak boleh. Makanya untuk sosial, makanya bagaimanapun juga desainnya kami akan bantu," tutup Djarot.
(bis/rna)











































