Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa yang juga merupakan aktivis HMI semasa kuliah mengenang pertemuannya dengan Mar'ie saat demonstrasi bersama.
"Saya sebaya dengan beliau. Kenal pertama saat ada demonstrasi, beliau memimpin massa aksi HMI dari UI dan saya pimpin mahasiswa dari Ciputat," ucap Fatwa kala ditemui usai pemakaman jenazah Mar'ie Muhammad di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (11/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Almarhum ini, untuk masjid Al-Azhar ini adalah saksi kegiatan bersejarah beliau di sini. Saat kongres HMI kita berkemah di sini seperti di Mina. Dan di sini juga beliau terpilih jadi Sekjen PB HMI," sambungnya.
Selain mengenang masa-masa bersama Mar'ie, dirinya juga mengenang pribadi almarhum yang dianggapnya begitu bersih.
"Kita kenal betul almarhum ini bukan sekedar baik tapi terkenal dengan julukan Mr Clean. Anaknya ini jadi saksi, sampai diwasiatkan ayahnya kalau dia tidak boleh jadi pegawai negeri," ungkapnya.
Selain Fatwa, mantan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang hadir juga sempat bercerita tentang sosok Mar'ie Muhammad yang begitu sederhana. Ia menganggap almarhum sebagai sosok yang bersahabat.
"Pak Mar'ie itu orangnya sederhana, bersih, jujur dan selalu bersahabat," ujar Ical sapaan akrab Aburizal Bakrie.
Ical juga mengenang saat-saat bersama almarhum. Dia mengatakan sering salat berjamaah bersama almarhum saat menjabat sebagai Menteri Keuangan.
"Saya nggak pernah lupa, beliau Menteri Keuangan, kita selalu salat berjamaah. Kalau nggak di kantor Menteri Keuangan ya di kantor saya. Kantor saya waktu itu cukup kecil, beliau datang, kita salat bersama-sama dan itu persahabatan," sambung Ical.
Ical juga menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian Mar'ie Muhammad untuk selamanya. "Saya kira kita kehilangan beliau, kehilangan orang yang bersih seperti beliau," tandas Ical.
(HSF/nwk)











































