"Bahwasannya ini jaringan BN (Bahrun Naim), tentunya memang ada afiliasi dengan ISIS," jelas Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi saat jumla pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).
Awi melanjutkan, kekhilafahan ISIS di Indonesia berafiliasi dengan jaringan kelompok JADKN pimpinan Bahrun Naim.
Tiga orang teroris yakni Nur Solihin (MNS), Agus Supriyadi (AS) dan Dian Yulia Novi (DYN) ditangkap dalam kaitan bom panci di Jl Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi. Belum ada penjalasan lebih lanjut sudah berapa lama mereka bergabung dengan JADKN.
Namun Polri memastikan dengan adanya ketiga pelaku tersebut, Bahrun Naim berusaha membentuk sel-sel kecil untuk mengembangkan jaringan ISIS di Indonesia.
"BN berusaha merekrut dan berusaha membuat sel-sel kecil, dan tidak menutup kemungkinan ada sel-sel kecil lainnya. BN memang merekrut sel-sel kecil ini," terang Awi.
Selain merekrut, Bahrun Naim juga berperan membiayai dalam upaya pengeboman di depan Istana Negara yang rencananya dilakukan Minggu (11/12) pagi tadi saat pergantian jaga Paspampres. Bahrun Naim juga memandu pembuatan bom yang dirakit oleh tersangka Nur Solihin dan Agus Supriadi. (mei/rvk)











































