Pengamanan Prosesi Pemakaman Paus Sangat Ketat
Jumat, 08 Apr 2005 06:08 WIB
Jakarta - Jenazah Paus Yohanes Paulus II akan dimakamkan di Basilika Santo Petrus bawah, Jumat (8/4/2005) ini. Pengamanan prosesi pemakaman sangat ketat. Pemerintah Italia telah menyiapkan Spada dan Hawk di tempat tersembunyi. Helikopter militer akan terbang di atas langit Vatikan. Pengamanan juga didukung patroli kapal perang serta lebih dari 6500 tentara yang disebar untuk menjaga keamanan kota.Regu penjinak bom melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan difokuskan kepada tempat-tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya peziarah. Sementara, NATO akan mengirim Pesawat Pengintai AWACS ke Roma. Tujuannya untuk melindungi dari udara selama berlangsungnya prosesi pemakaman. Salah seorang juru bicara NATO mengungkapkan dengan banyaknya pempimpin negara yang menghadiri prosesi pemakaman, segala kemungkinan bisa terjadi. Saat ini, pintu di Santo Petrus telah ditutup. Selanjutnya, jenazah Paus dimasukkan ke dalam peti. Prosesi pemakaman yang dihadiri para kardinal, uskup dan peziarah akan dimulai pukul 10.00 waktu setempat. Sekitar 200 pemimpin negara di dunia juga akan menghadiri pemakaman Paus termasuk Presiden Ukraina Viktor Yushchenko dan Presiden AS George W Bush. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim delegasi yang dipimpin Menko Kesra Alwi Shihab. Ribuan peziarah masih berdatangan ke Kota Roma. Kedatangan mereka menggunakan berbagai sarana trasportasi seperti pesawat terbang, kereta dan bus. "Kami perlu mengucapkan selamat tinggal kepadanya," ujar Rafal Baranski kepada Reuters yang menempuh perjalanan selama 24 jam dari Krakow ke Roma dengan menggunakan kereta api.
(rif/)











































