Ini Dia Testamen Paus
Kamis, 07 Apr 2005 22:31 WIB
Den Haag - Testamen (wasiat) Paus Johannes Paulus II diumumkan hari ini, Kamis (7/4/2005). Terungkap antara lain bahwa Paus sebenarnya ingin mengundurkan diri pada 2000. Tentang kardinal rahasia dibiarkan tetap rahasia.Keinginan mundur pada 2000 karena pertimbangan bertepatan dengan usianya yang genap 80 tahun. Selain itu Paus berpendapat bahwa tahun 2000 juga merupakan moment tepat untuk berhenti karena tahun itu merupakan penutupan apa yang disebutnya sebagai 'abad paling sulit' di mana dia hidup.Pemimpin umat Katolik yang terlahir dengan nama Karol Wojtyla mengungkapkan pula bahwa dia tidak meninggalkan kekayaan berupa harta benda. "Berkenaan dengan barang-barang yang saya pergunakan sehari-hari, saya minta agar dibagi-bagikan sesuai dipandang patut," tulis Paus.Dalam testamen berbahasa Polandia berupa lembaran terpisah sebanyak 15 lembar itu Paus juga mengucap syukur kepada Tuhan karena era Perang Dingin tidak berakhir dengan konfrontasi senjata nuklir. "Berkat kekuasaan Tuhan, Perang Dingin berakhir tanpa pertarungan senjata nuklir," demikian Paus.Tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada semua agama di dunia atas dukungan yang diberikan kepadanya selama periode kememimpinannya. Diutarakan pula bahwa sesungguhnya dia menginginkan agar tubuhnya dimakamkan di tanah air kelahirannya, Polandia. Namun ia menyerahkan keputusan tentang hal itu kepada para kardinal. "Menjadi pertanyaan apakah belum saatnya untuk mengucapkan nunc dimittis (Tuhan, kini engkau restui hambamu pergi dalam kedamaian)," demikian tulis Paus dalam testamen yang ditinggalkannya. Salinan testamen tersebut dibagikan kepada pers dalam teks berbahasa Italia, seperti dilansir ANP petang ini.Testamen tersebut sebenarnya telah dibuka dan dibacakan oleh kardinal Joseph Ratzinger dalam rapat para kardinal Rabu kemarin, namun baru dipublikasikan hari ini. Bagian pertama testamen bertahun 1979, setahun setelah Wojtyla diangkat menjadi Paus dengan nama Paus Johannes Paulus II. Dalam testamen tidak disebutkan mengenai keberadaan kardinal rahasia, biasa disebut kardinal in pectore. Menurut kardinal Simonis (Utrecht), hal itu kemungkinan karena kardinal rahasia tersebut berada di sebuah negeri komunis. Publikasi atas dirinya dapat membahayakan keselamatannya.
(es/)











































