Hidayat Hormati Sikap Kader PKS yang Tolak Camry
Kamis, 07 Apr 2005 21:46 WIB
Jakarta - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menghormati sikap kader PKS yang menolak pembelian mobil Camry untuk peserta KTT Asia Afrika. Rencananya setelah KTT AA, mobil itu akan digunakan sebagai mobil dinas pejabat tinggi negara. "Ya jelas beda kalau dibandingkan dengan Maluku karena Camry di Maluku jelas mewah itu konteks Maluku dan pastinya harganya lebih mahal dari Rp 350 juta," ujar Hidayat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2005). Sekadar diketahui, sikap penolakan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Maluku Sudarmo. Menurut Sudarmo yang juga kader PKS, penolakan itu sebagai bentuk komitmen partai untuk menolak pemberian yang berlebihan. "Kami juga dulu sudah mengusulkan agar pimpinan tidak dibelikan Volvo dan usulan itu diterima. Pembelian mobil kali ini selisihnya cukup besar dengan volvo. Jadi ada penghematan sekitar Rp 33 miliar, itu tidak terjadi di Maluku sana," katanya. Dikatakan Hidayat angka itu diperoleh dari pembandingan harga Volvo dan Camry. Ia menambahkan pembelian mobil itu tidak secara khusus untuk pimpinan lembaga tinggi negara. "Tapi untuk kepala negara peserta Konferensi AA. Meski demikian, saya menghormati teman-teman di Maluku," tuturnya.
(rif/)











































