DetikNews
Jumat 09 Desember 2016, 22:07 WIB

Laporan Dari Havana

Simpati dan Dukacita untuk Gempa Aceh Bergema di Kuba

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Simpati dan Dukacita untuk Gempa Aceh Bergema di Kuba Foto: Suasana kunjungan delegasi DPR yang dipimpin Fadli Zon di Havana (Triono/detikcom)
Havana - Rabu (7/12/2016), gempa 6,4 SR mengguncang Pidie Jaya, Aceh dan menewaskan sebanyak 100 orang. Berkat kemajuan teknologi, kabar duka itu menyebar sangat cepat melintasi ruang dan waktu dan direspons sejumlah negara. Salah satunya Kuba, negara di kepulauan Karibia atau selatan Amerika Serikat.

Ucapan dukacita keluar dari pengurus Asosiasi Nasional Petani Kecil atau ANAP, Rilma dan Leonardo Kirino, Rabu (7/12) waktu Kuba atau Kamis (8/12) waktu Indonesia saat menyambut delegasi DPR yang dipimpin Wakil Ketua Fadli Zon dengan anggota, Daryatmo Mardiyanto (PDIP), Ahmad Zacky Siradj (Partai Golkar), dan Muhammad Syafii (Gerindra).

Setelah menyampaikan perkenalan dan selamat datang, Rilma mengatakan, "Kami mendengar negara Anda tengah dilanda bencana gempa di Aceh. Kami turut berduka. Semoga dapat ditangani dengan baik."

Pertemuan kemudian disambung dengan perbincangan soal petani kecil, koperasi, hingga sistem pengelolaan pertanian. Tentu saja, banyak hal berbeda dibanding Indonesia. Sebab, Kuba menganut sistem sosialis-komunis. Hasil pertanian sebagian besar digunakan untuk kepentingan masyarakat, hanya sebagian kecil yang dijual.

Simpati dan Dukacita untuk Gempa Aceh Bergema di KubaFoto: Suasana kunjungan delegasi DPR yang dipimpin Fadli Zon di Havana (Triono/detikcom)

Dari kantor Asosiasi Petani Kecil yang terletak di Havana, delegasi DPR berkunjung ke koperasi petani yang menerapkan urban farming di kawasan Alamar, Havana. Di tempat tersebut, ada 120-an pekerja. Mereka menerapkan pertanian organik. Lahan diolah secara tradisional. Pupuk yang dipakai adalah kompos dan bahan alami.

Kembali ke soal ucapan duka gempa Aceh. Selain dari Asosiasi Petani Kecil, simpati juga datang dari petinggi Pertahanan Sipil Kuba saat delegasi DPR berkunjung, Kamis (8/12) waktu setempat. Kepala Kantor Pertahanan Sipil, Jenderal Ramon Pardo Guerra, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut.

"Kami mendengar kabar lebih dari 100 orang menjadi korban. Atas nama pemerintah Kuba, kami turut berbelasungkawa," kata Ramon.

Kantor Pertahanan Sipil merupakan gabungan militer dan instansi penanggulangan bencana. Jadi, tidak heran jika mereka cukup peduli dengan gempa Aceh. Ramon mengaku masih ingat pihaknya mengirim tim medis ke Indonesia saat tsunami menerjang Aceh pada Desember 2004 silam.

Simpati dan Dukacita untuk Gempa Aceh Bergema di KubaFoto: Lahan pertanian organik (Triono/detikcom)

Usai pemaparan tentang model penanganan bencana ala Kuba oleh Wakil Kepala Kantor Pertahanan Sipil, Luis Angel Macareno Veliz, Fadli Zon mengucapkan terima kasih atas simpati pemerintah Kuba. Sebaliknya, Fadli mengatakan, Indonesia, khususnya DPR RI, juga turut berduka atas meninggalnya mantan presiden Fidel Castro.

Sementara soal penanggulangan bencana, Fadli menjelaskan panjang lebar, "Kuba tidak sekompleks Indonesia. Ancaman terbesar untuk Kuba hanya topan, sementara Indonesia bervariasi. Mulai dari gempa, gunung berapi, longsor, banjir, dan lain-lain. Tapi memang, namanya early warning system sebagaimana disampaikan dalam pemaparan penting."

Selama di Kuba, delegasi DPR bertemu parlemen, kemenlu, WNI, hingga semacam Badan Pemeriksa Keuangan. Rangkain acara berakhir pada Jumat (9/12) waktu Kuba. 3 Anggota DPR kembali ke Jakarta, sedangkan Fadli Zon meneruskan lawatan ke Brasil dan bertemu dengan berbagai stakeholder.
(trw/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed