Pernyataan Walikota Dumai Soal Pencopotan Lurah Diprotes

Pernyataan Walikota Dumai Soal Pencopotan Lurah Diprotes

- detikNews
Kamis, 07 Apr 2005 18:43 WIB
Pekanbaru - Komentar Walikota Dumai Wan Syamsir Yus bahwa pencopotan 3 orang lurah di Dumai, Riau karena tidak efektif bekerja diprotes sejumlah warga. Menurut mereka, walikota telah melakukan pembohongan publik karena pencopotan itu terkait masalah pilkada.Sejumlah warga Dumai memprotes komentar walikota yang menuding lurah mereka sering keluar kantor saat jam kerja. Nurbai Tanjung, salah seorang warga kepada detikcom, Kamis (7/4/2005) mengungkapkan pernyataan walikota hanya alasan yang dicari-cari. Ia yakin, pencopotan lurah karena masalah politik."Kami keberatan atas tudingan itu. Walikota Dumai sudah melakukan kebohongan publik menuding lurah jarang di tempat. Dia mencopot karena Pak Lurah kami tidak bersedia menjadi tim sukses dalam pilkada, itu intinya," tegasnya. Nurbai mengklaim, warga di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Dumai Timur telah sepakat menolak penempatan lurah baru. Alasannya, penggantian itu terkait masalah dukung-mendukung pencalonan walikota mendatang. Sampai saat ini, lanjut Nurbai, warga masih menginginkan Suwandi, mantan lurahnya. "Kalau memang lurah kami jarang di tempat, mestinya yang lebih tahu adalah masyarakat, bukan walikota. Kalau memang lurah kami tidak becus bekerja, kami akan lebih dulu meminta untuk dicopot," katanya.Sikap Walikota Dumai yang mencopot lurah dinilai arogan dan akan memancing keributan antarwarga. Seharusnya, kata Nurbai, walikota tidak mencampuradukan kepentingan pribadi dengan kedinasan."Jangan karena dia walikota lantas dengan seenaknya mencopot lurah dengan alasan yang dicari-cari. Bukan bermaksud membela mantan lurah kami, tapi kami merasa walikota sudah memfitnah," paparnya. Hal senada dikatakan Zulaiman, warga Dumai. Ia menilai pencopotan itu tidak prosedural serta menunjukan sikap otoriter seorang kepala daerah yang tengah berkuasa. "Gaya walikota kita ini, sama saja kayak zaman Orde Baru. Untuk berkuasa kedua kalinya menjadi walikota memaksa seluruh lurah untuk mendukung dirinya dalam pilkada," katanya. Dalam waktu dekat, menurut Zulaiman, warga Dumai akan mengirim surat protes atas pencopotan lurah mereka ke Gubernur Riau Rusli Zainal. Mereka juga akan mengirim surat yang sama kepada mendagri. "Kita berharap, Gubernur Riau selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat, bisa mengambil langkah yang arif dan bijaksana dalam menyikapi Walikota Dumai yang arogan. Kalau sekarang saja sudah arogan, bagaimana jika menjabat dua kali. Ini bisa bumerang buat PNS di jajaran Pemkot Dumai," tandasnya. (rif/)



Berita Terkait