Jarak JPO Terlalu Jauh Jadi Alasan Warga Nekat Melintasi Busway

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Jumat, 09 Des 2016 18:17 WIB
Foto: Ahmad Bil Wahid/ detikcom
Jakarta - Problem tentang kecelakaan ketika menyeberang jalan tampaknya masih pelik. Para penyeberang jalan seringkali memilih tidak menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) karena berbagai alasan seperti kelelahan atau kejauhan.

Namun beberapa penyeberang jalan yang ditemui detikcom di kawasan Mampang Prapatan mengatakan sebenarnya mereka lebih memilih JPO. Namun jarak JPO yang terlalu jauh menjadi alasan mereka akhirnya memilih mengadu nyawa dengan menyeberang lewat jalan raya.

"Kebetulan saja saya nyeberangnya langsung di depan kantor. Kalau JPO kan jauh jalannya," kata seorang pegawai kantor bernama Dewi saat ditemui di depan pertigaan Jalan Mampang Prapatan III, Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2016).

"Kalau di sini ada JPO ya saya nyeberang lewat JPO," sambung Dewi.

Padahal sekitar 200 meter di lokasi Dewi menyeberang ada JPO halte Mampang Prapatan. Hal serupa juga disampaikan penyeberang jalan lainnya bernama Mia. Dia mengaku ada barang yang hendak dibeli dan memilih menyeberang melalui jalan raya.

"Saya tadi turun di halte Mampang, tapi karena ada yang dibeli saya terpaksa nyeberang di sini. Biasanya saya memang menyeberang di JPO. Soalnya agak takut juga kalau nyeberang kayak kini. Kan kendaraannya banyak yang ngebut. Kalau di sini aja JPO juga, pasti saya nyeberang di JPO," ucapnya.

Alasan lain disampaikan Kumala. Dia memilih menyeberang jalan apabila beramai-ramai. Namun bila sendirian, dia mengaku akan melewati JPO.

"Kalau lagi banyak yang nyeberang lewat sini, kadang-kadang saya ikut. Tapi kalau cuma sendirian, saya lebih sering lewat JPO. Karena lebih aman," ucap Kumala.

"Kalau rame-rame, orang yang bawa motor atau mobil biasanya lebih merhatiin. Jadi lebih aman rame-rame. Kalau ada JPO otomatis saja juga nyeberangnya di JPO," imbuh Kumala.

Sementara itu, seorang pegawai rumah makan bernama Andri mengaku agak takut menyeberang melewati jalan raya. Namun apabila arus lalu lintas ramai, dia memilih melewati JPO.

"Agak takut juga sih nyeberang lewat sini. Tapi karena JPO-nya jauh, ya terpaksa. Ini kebetulan aja ngantar pesanan ke seberang. Jalannya juga lagi macet, jadi saya nyeberang aja. Saya kalau ada jembatan di sini lebih milih lewat jembatan sih. Takut kejadian kayak yang tadi siang juga," kata Andri.

Insiden penyeberang jalan yang tewas tertabrak memang baru saja terjadi hari ini di sekitar Mampang Prapatan. Seorang perempuan tertabrak bus TransJakarta dan akhirnya dia meninggal dunia di lokasi.

Saksikan video 20detik di sini:


(dhn/tor)