Penyeberang Jalan di Mampang: Bertaruh Nyawa karena Enggan Naik Jembatan

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Jumat, 09 Des 2016 16:40 WIB
Penyeberang jalan yang tidak melewati JPO (Foto: Ahmad Bil Wahid/ detikcom)
Jakarta - Kebutuhan akan jembatan penyeberangan orang (JPO) amat diperlukan di sejumlah titik di Ibu Kota. Namun, terkadang warga lebih sering menyeberang jalan tanpa melewati jembatan karena dirasa lebih cepat.

"Capek, harus mutar-mutar naik tangga. Selagi saya nyeberangnya hati-hati kan aman-aman aja," kata seorang penyeberang jalan bernama Aida di dekat halte Imigrasi, Jakarta Selatan, Jumat (9/12/2016).

Bila diambil contoh, dari perempatan Mampang Prapatan sampai perempatan Pejaten, ada 6 JPO yang terintegrasi dengan halte TransJakarta. Sedangkan, JPO yang tidak terintegrasi hanya ada 2 yaitu antara halte Mampang Prapatan dengan halte Duren Tiga dan antara halte Buncit Indah dengan halte Pejaten.

Penyeberang Jalan di Mampang: Bertaruh Nyawa karena Enggan Naik JembatanJPO yang tidak terintegrasi halte TransJ (Foto: Ahmad Bil Wahid/ detikcom)


Di beberapa titik di sepanjang jalan itu, ada zebra cross yang tidak berdekatan dengan U-Turn atau putaran balik dan perempatan. Zebra cross untuk penyeberang jalan itu memotong pagar pembatas busway serta median jalannya lebih rendah.

Penyeberang Jalan di Mampang: Bertaruh Nyawa karena Enggan Naik JembatanFoto: Ahmad Bil Wahid/ detikcom


Tentang model zebra cross itu, detikcom mencoba mengonfirmasi ke Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah apakah zebra cross itu resmi atau tidak. Namun Andri belum merespons meski telah dikontak via telepon dan pesan singkat.

Sementara itu, ada pula pagar pembatas busway yang sengaja dirusak atau bukan peruntukan penyeberang jalan tetapi digunakan oleh penyeberang jalan. Masalahnya, kejadian itu bisa membahayakan penyeberang jalan sehingga bisa tertabrak.

Penyeberang Jalan di Mampang: Bertaruh Nyawa karena Enggan Naik JembatanFoto: Ahmad Bil Wahid/ detikcom


Insiden terakhir yaitu pagi tadi ketika penyeberang jalan tertabrak bus TransJakarta. Dia pun meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kebanyakan dari penyeberang jalan memilih melewati zebra cross atau pagar pembatas yang sengaja dirusak karena menghemat waktu. Bahkan ada pula warga yang menyeberang jalan tanpa lewat JPO, padahal posisinya dekat dengan JPO, seperti tampak di dekat halte Imigrasi.

Penyeberang Jalan di Mampang: Bertaruh Nyawa karena Enggan Naik JembatanFoto: Ahmad Bil Wahid/ detikcom


"Kondisinya memang sudah lama begitu. Sampai sekarang dibiarin aja, jadi ya tetap aja banyak yang nyeberang. Sekarang sudah ada jembatan, masih banyak juga yang menyeberang di bawah. Padahal jembatan untuk keselamatan," kata Suprianus, seorang petugas parkir di dekat halte Imigrasi.

Saksikan video 20detik di sini:


(dhn/tor)