ADVERTISEMENT

Ketua Umum PAN 2005-2010, Soetrisno atau Fuad Bawazier?

- detikNews
Kamis, 07 Apr 2005 18:06 WIB
Jakarta - Dulu kolega, kini jadi lawan di kongres II PAN (Partai Amanat Nasional). Itulah yang terjadi antara Fuad Bawazier dan Soetrisno Bachir. Dan tampaknya pertarungan dua pengusaha ini serius, meski ada pihak yang menilai keduanya sebenarnya satu kubu. Diprediksi, Soetrisno akan bertarung dengan Fuad di pemilihan ketua umum PAN babak akhir. Di arena kongres, Fuad dan Soetrisno sudah dikenal dengan sebutan 'gajah'. Maksudnya, keduanya sama-sama memiliki dukungan yang besar. Ini sudah terlihat dari konsolidasi yang mereka lakukan. Rabu (7/4/2005) kemarin, Soetrisno menggelar deklarasi dan mengumpulkan pendukungnya di Hotel Sheraton, Yogyakarta. Klaim Soetrisno, sedikitnya ada 800 delegasi kongres PAN yang hadir. Sedangkan Fuad Bawazier melakukan konsolidasi di Hotel Golden, Jakarta Pusat dan mengaku sedikitnya ada 600 delegasi PAN yang memiliki hak suara dalam kongres PAN dari luar Pulau Jawa yang hadir. Besarnya dukungan Soetrisno dan Fuad Bawazier ini juga terlihat dari hasil Muswil DPW-DPW dan Musda DPD-DPD PAN. Terkait kongres II PAN, masing-masing DPW dan DPD PAN diminta mengirimkan tiga nama kandidat ketua umum. Dan hasilnya, menurut informasi yang didapatkan detikcom, sampai Kamis (8/4/2005) pagi, untuk sementara Soetrisno Bachir paling banyak didukung. Sementara Hatta Rajasa menduduki rangking kedua. Dan rangking ketiga diduduki Fuad Bawazier. Didik Rachbini menduduki rangking empat. Tapi, hasil Musda atau Muswil itu belum seluruhnya diberikan kepada panitia. "Bisa jadi, sore ini akan berubah, karena masih banyak DPD yang belum menyetorkan hasilnya. Dan bisa saja, Fuad Bawazier akan menduduki rangking kedua atau malah rangking kesatu," kata salah seorang sumber detikcom yang menjadi panitia kongres. Namun, bila memang Fuad nanti rangking pertama, belum tentu dia akan mengalahkan Soetrisno Bachir. Pasalnya, Soetrisno sudah bisa dipastikan menggandeng Hatta Rajasa. Dengan dukungan Hatta, maka posisi Soetrisno akan makin kuat. "Tapi, melihat indikasinya, Soetrisno akan bertemu Fuad di putaran terakhir," kata sumber itu. Sebenarnya, kata sumber itu, dukungan secara riil masing-masing kandidat belum bisa ditentukan sekarang. Apalagi, dari tiga kandidat ketua umum yang disampaikan DPW-DPW dan DPD-DPD PAN itu belum diketahui mana satu kandidat yang akan dicoblos dalam pemilihan ketua umum PAN nanti. Bila memang Fuad dan Soetrisno yang maju di dua besar, siapa yang akan menang bakal diprediksi. Pasalnya, dua kandidat ketua umum ini memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri. Soetrisno yang didukung Amien Rais, bisa jadi akan mengantongi suara yang lebih besar. Faktor Amien diyakini sangat berpengaruh.Tapi, kelemahannya, Soetrisno dianggap sebagai orang baru di PAN. Dia baru menjadi pengurus PAN dua bulan lalu. Jabatannya pun hanya di daerah, yaitu sebagai Wakil Ketua MPP DPD PAN Pekalongan. Hal ini dinilai akan mempengaruhi proses kaderisasi di PAN. "Masak baru dua bulan jadi pengurus DPD, tiba-tiba jadi ketua umum PAN," begitu celoteh-celoteh yang berkembang. Sedangkan Fuad adalah pemain politik lama. Dia berpolitik di beberapa zaman. Kaya pengalaman inilah yang akan menjadikan Fuad bisa jadi akan banyak mendapat dukungan. Selain itu, Fuad juga sangat gigih menggalang kekuatan di daerah sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, Fuad sudah mengeluarkan ratusan juta rupiah. Dan Fuad sudah bergabung dengan PAN dalam waktu cukup lama. Tapi, Fuad juga memiliki kelemahan. Salah satunya, Fuad merupakan mantan pejabat Orde Baru. Fuad juga dituding memiliki kredibilitas yang tidak terlalu bersih.

(asy/)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT