DetikNews
Jumat 09 Desember 2016, 13:01 WIB

MenPAN Tidak akan Paksakan Daerah untuk Angkat Tenaga Honorer Jadi PNS

Zaenal Effendi - detikNews
MenPAN Tidak akan Paksakan Daerah untuk Angkat Tenaga Honorer Jadi PNS MenPAN RB Asman Abnur (Foto: Budi Hartadi/detikcom)
Surabaya - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Asman Abnur menargetkan Peraturan Pemerintah tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru selesai akhir tahun ini.

"Kita fokus menyelesaikan PP APN yang targetnya akhir tahun ini selesai. Dengan PP APN ini, nanti kita terapkan ada perubahan struktur ASN kita," kata Asman usai menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat II di Badan Diklat Provinsi Jatim, Jalan Balongsari Lama, Surabaya, Jumat (9/12/2016).

Menurut Asman, pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil sejauh ini masih moratorium dengan melihat kemampuan masing masing daerah. Apalagi, kata dia, masih banyak daerah yang belanja pegawainya mencapai 50 persen.

"Kalau kita paksakan mengangkat pegawai, otomatis nanti akan banyak lagi belanja pegawainya. Tentu terkendala pembangunan pembangunan di daerahnya. Saya pikir banyak hal yang harus dipertimbangkan," ungkap Asman.

Bagaimana dengan tingkat pendidikan tenaga honorer yang masih rendah? Asman menjawab pihaknya masih perlu melakukan perbaikan di ASN untuk menghadapi tantangan ke depan.

"Sebagian besar ada yang tamat SMP, SMA. Sementara kita punya tantangan yang luas ke depannya. Kita menghadapi MEA, kita menghadapi negara-negara maju," jawab Asman.

Ia juga optimis Undang-Undang ASN yang digodok DPR akan dibahas bersama pemerintah meski sampai saat ini usulan belum diterima pihaknya. "Kita lihat nanti, DPR kan punya hak mengubah itu tentu bersama dengan pemerintah. Sementara ini belum sampai (usulan) ke pemerintah sampai saat ini," tegas Asman.

Dalam sambutan penutupan Diklat Kepemimpinan Tingkat II, Arman berpesan agar pegawai negeri terus meningkatkan layanan publik yang masih jauh dibandingkan di negara tetangga. "Kantor pemerintahan tidak boleh kalah dengan bank. Jangan sampai datang ke kantor SKPD disambut Satpol PP yang sambil merokok lagi. Jangan ada lagi seperti itu serta bawa perubahan yang baik lagi untuk daerah masing masing," pungkas Asman.


(ze/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed