Walikota Dumai Paksa 32 Lurah Mendukungnya di Pilkada
Kamis, 07 Apr 2005 16:34 WIB
Pekanbaru - Persoalan copot mencopot lurah dan camat di Pemko Dumai semakin memanas. Seorang mantan lurah yang dicopot membongkar borok walikotanya. Dia menyebut, 32 lurah dipaksa menandatangani sumpah jabatan untuk mendukung Wan Syamsir Yus dalam Pilkada Juni 2005 ini.Demikian diungkapkan mantan Lurah Batu Teritit Kota Dumai, M Fauzi pada detikcom, Kamis (7/4/2005) di Pekanbaru. M Fauzi adalah salah satu dari 3 lurah yang dicopot Walikota Dumai Wan Syamsir Yus karena tidak bersedia memberikan dukungan dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada Juni 2005 mendatang.Sebelumnya, pada detikcom, Walikota menyangkal mencopot Fauzi terkait pilkada. Dia menyebut pencopotan itu terpaksa dilakukannya karena Fauzi tidak efektif dalam bekerja dan selalu tidak berada di kantornya.Namun tudingan itu dibantah Fazui. "Itu cuma alasan klasik yang tidak mendasar. Intinya saya dicopot karena tidak bersedia mendukungnya dalam pilkada. Saya memilih posisi netral selaku PNS dan itu sudah diatur oleh undang-undang yang ada," bantah M Fauzi.Menurut M Fauzi, dia bisa membuktikan bahwa pencopotan jabatan lurahnya itu terkait masalah politik. Dia menjelaskan, pada 30 November 2004, sedikitnta 32 lurah dilantik Walikota Dumai. Saat itu juga seluruh lurah disuruh menandatangani sumpah jabatan.Tapi yang aneh, kata Fauzi, salah satu butir dalam sumpah jabatan yang mesti ditandatangani itu tertuliskan, harus menjadi pendukung setia terhadap Wan Syamsir Yus dalam pilkada mendatang."Seluruh lurah dipaksa lewat sumpah jabatan itu harus mendukung dirinya dalam pilkada. Waktu itu saya juga ikut menandatanganinya. Tapi dalam pelaksanaan, saya tidak bersedia mendukungnya. Karena itu saya bersama 2 lurah lainnya dicopot," kata M Fauzi.Menurut Fauzi, sikap arogan Walikota Dumai itu justru nantinya akan membuat perpecahan di kalangan masyarakat. Pencopotan itu dia nilai bukan karena hal teknis sebagai lurah, melainkan soal dukungan dalam pilkada mendatang."Saya sudah menjadi korban ketidakadilan pemerintahan walikota sekarang. Saya harap jangan ada lagi luruah yang dicopot hanya karena tidak mendukungnya. Jangan mentang-mentang dia walikota lantas berbuat dan memutuskan sesuatu tidak prosedural," kata M fauzi.Sayang, saat hal ini hendak dikonfirmasikan detikcom ke Walikota Dumai, ponselnya tidak pernah diangkat.
(nrl/)











































