Perbaikan Jaringan Listrik Nias & Simeulue Sudah 80 Persen
Kamis, 07 Apr 2005 16:13 WIB
Sanur -
Perbaikan jaringan listrik di Nias, Sumut dan Simeulue, NAD pascagempa telah mencapai 80 persen. Namun beban puncak masih sangat rendah karena penduduk masih dalam pengungsian.Hal itu disampaikan Dirut PLN Eddie Widiono usai acara peluncuran produk layanan listrik pascabayar di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (7/4/2005).Dituturkan dia, listrik di Simeulue sudah beroperasi pada 1 April 2005 sebesar 250 kilowatt. Pada 2 April 2005 sudah 2 megawatt. Ini mampu melistriki daerah Kota Lamamasikin. Sedangkan beban puncak hanya 250 kilowatt karena kondisi rusak dan penduduk masih banyak yang mengungsi ke bukit.Di Gunung Sitoli, Nias, Sumut daya mampu mesin sudah mencapai 3.150 kilowatt. Sebelumnya 11 megawatt dengan beban puncak 8 megawatt."Saat ini kita mampu 3,1 megawatt, tetapi beban puncak hanya 1,3 megawatt karena hampir 60 ribu penduduknya mengungsi. Kita sedang memasang mesin baru 2,1 megawatt di Gunung Sitoli," urai Eddie.Di Teluk Dalam, Nias, Sumut, lanjut dia, mesin yang beroperasi baru 100 kilowatt. Sedangkan mesin relokasi sebesar 1 megawatt sedang dalam proses."Perbaikan jaringan listrik di Nias, kami mengikuti pertumbuhan dari perbaikan fasilitas konsumen. Kalau rumah sudah diperbaiki, baru listrik kita sambung kembali. Bukan listrik jalan duluan baru rumahnya diperbaiki," jelas Eddie.Untuk di Aceh, sambungnya, kondisi listrik sudah tidak mengalami masalah. Keutuhan listrik masih bisa dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Luangbata dan Ranisi dari Sumut.Di wilayah Pantai Barat, PLN telah memasang kembali diesel. Meskipun kapasitasnya tidak sama dengan sebelum tsunami, tapi masih cukup karena beban puncaknya turun drastis."Kerugian di Aceh Rp 500 miliar, Nias Rp 51 miliar. Itupun nilainya masih perlu direvisi," kata Eddie.
(sss/)










































