Cara Kerja Rano-Embay Jika Jadi Memimpin Banten

Cara Kerja Rano-Embay Jika Jadi Memimpin Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 08 Des 2016 16:25 WIB
Cara Kerja Rano-Embay Jika Jadi Memimpin Banten
Foto: Pool
Jakarta - Calon gubernur Banten Rano Karno pernah bertugas dua setengah tahun menjadi wakil gubernur di periode kepemimpinan Atut Chosiyah. Ia tahu bagaimana rasanya menjadi wakil yang tidak difungsikan dan memiliki kewenangan terbatas.

"Saya orang yang sangat paham tentang fungsi wakil, jika tidak difungsikan, salah," kata Rano Karno beberapa waktu lalu kepada detikcom.

Menurut Rano, tugas seorang wakil gubernur memang sudah diatur dalam undang-undang. Namun, ia ingin memberikan format tugas lebih khusus kepada cawagub Embay Mulya Syarief jika nanti terpilih memimpin Banten. Apalagi, tambah Rano, sosok Embay dikenal masyarakat Banten sebagai salah satu tokoh penggagas berdirinya provinsi dan ulama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan lebihkan format beliau, saya lihat pak Embay ke internal, saya ke eksternal. Ini bagian dari pembangunan Banten," kata Rano menjelaskan.

Ia juga menegaskan bahwa ketokohan Embay Mulya yang dikenal sebagai ulama dan juga jawara putih diyakini bisa membenahi Banten. Sosok Embay menurutnya dapat membenahi sektor birokrasi di Banten dalam rangka reformasi birokrasi.

Dalam satu kesempatan kampanye, cawagub Embay pun pernah berkata serupa mengenai tugas apa kira-kira yang akan ia kerjakan jika mendampingi Rano Karno. Menurutnya, yang ia tahu salah satu alasan kenapa dirinya mau mendampingi Rano adalah tugas yang jelas jika jadi memimpin Banten. Embay paham, sewaktu masih jadi wakil Atut Chosiyah, wakil gubernur tidak difungsikan sebagai apa-apa.

"Saya ini mau dikasih tugas apa? Jangan sampai nasib saya seperti Anda. 2,5 tahun sebagai wakil tidak dikasih tugas apa-apa oleh gubernur Atut," kata Embay bercerita sambil mengulang pembicaraannya dengan Rano Karno.

Menurut Embay, komitmen yang dibangun dirinya dengan Rano Karno adalah komitmen pekerjaan untuk memperbaiki Banten. Apalagi, selama ini Banten dikenal sebagai provinsi terkorup setelah gubernurnya tertangkap oleh KPK.

"Jangan salahkan saya, kalau tidak menepati janji, saya yang akan menurunkan Anda,"ujar Embay Mulya. (bri/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads