Gus Dur Idolakan Mahfud, Muhaimin, dan Ali Masykur
Kamis, 07 Apr 2005 15:39 WIB
Jakarta - Muktamar II PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) tinggal beberapa hari lagi. Sejumlah kandidat ketua umum PKB bermunculan. Namun, yang diidolakan Gus Dur hanya tiga orang, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, dan Ali Masykur Musa. Saifullah Yusuf dan AS Hikam tidak masuk kandidat yang diidolakan Gus Dur. Keterangan ini disampaikan oleh salah seorang Ketua DPP PKB Andi Muawiyah Ramli dalam jumpa pers di sekretariat DPP PKB, Jl. Kalibata Timur I/12, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2005). Menurut Andi, Mahfud, Muhaimin dan Ali Masykur sudah otomatis direstui Gus Dur. Andi menilai ketiga kandidat ketua umum PKB itu merupakan kandidat unggulan. Dan tiga nama itu menjadi idola Gus Dur. "Jika Gus Dur sudah mengidaolakan tiga nama itu, artinya Gus Dur sudah merestui," kata Andi.Selanjutnya, Andi juga menyampaikan, sesuai hasil rapat gabungan pengurus harian dan dewan tanfidz pada hari ini, Gus Dur sangat bahagia dengan majunya tiga kandidat tersebut. "Gus Dur berbahagia sekali, bahwa PKB didominasi anak-anak muda NU. PKB ini akan menjadi partai anak muda, itu yang Gus Dur katakan. Gus Dur ingin kepemimpinan PKB mendatang adalah anak muda," kata dia. Namun, Andi juga menjelaskan, diidolakannya ketiga nama kandidat oleh Gus Dur itu, bukan berarti PKB menafikan kandidat lain. Saat ini, kata dia, ada kandidat lain yang disebut-sebut seperti AS Hikam dan Misbah Hidayat. Ditanya mengenai akan majunya Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai kandaiat ketua umum PKB, Andi menyatakan, dirinya tidak mengetahuinya. "Kita gak tahu ya, Gus Dur hanya menyebut ketiga kandidat itu," jelasnya. Pada kesempatan itu, Andi juga menyampaikan bahwa saat ini Gus Dur masih menjadi kandidat pertama dan utama untuk menduduki posisi puncak Dewan Syuro DPP PKB. Belum ada calon lain yang bisa menandingi Gus Dur. Mengenai muktamar 16-18 April 2005 di Semarang, Andi menyebutkan muktamar ini merupakan muktamar terbesar dalam sejarah PKB. Muktamar rencananya akan dibuka Presiden SBY. "Ini momentum yang baik kemaslahatan bangsa," tuturnya.
(asy/)











































