Muktamar PPP 2005 Sudah Jelas Ingin Bentuk DPP Tandingan
Kamis, 07 Apr 2005 15:25 WIB
Jakarta - Pengurus Harian Pusat (PHP) DPP PPP menilai niat pelaksanaan muktamar tahun 2005 sudah jelas-jelas ingin membentuk DPP tandingan.Hal itu disampaikan Ketua PHP DPP PPP Lukman Hakiem. Untuk itu, penonaktifan permanen terhadap 5 orang pengurus PHP yang pro-silaturahmi nasional (Silatnas) sudah tidak bisa dihindarkan. "Penonaktifan permanen sudah tidak bisa dihindarkan lagi karena sudah jelas Muktamar 2003 memutuskan muktamar selanjutnya digelar tahun 2007. Artinya, Muktamar 2005 ini kan untuk membentuk DPP tandingan," tukasnya di Gedung DPR/MPR jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Kamis (7/4/2005).Pernyataan Lukman disampaikan terkait PPP versi Suryadharma Ali yang akan menyelenggarakan Muktamar VI PPP paling lambat Juni 2005. Tujuan muktamar untuk pertobatan nasional, islah, dan pembaharuan partai.Lukman menginginkan agar konflik dalam tubuh PPP tidak berlanjut. Apalagi beberapa kali pengurus yang pro-Silatnas sudah meminta islah."Saya sebenarnya berharap masalah ini tidak berlanjut. Tapi kok mereka malah melakukan manuver. Tidak ada rekonsiliasi yang pakai syarat-syarat, karena itu bukan islah namanya, dan sudah jelas tidak mendukung suasana," ujarnya.Kalau ingin melakukan islah, lanjut Lukman, seharusnya mereka jangan melakukan manuver apapun. Dari segi etika organisasi saja, apa yang mereka lakukan sudah contoh yang tidak benar.Dia mencontohkan dalam rapat PHP 3 Februari 2005, 5 pengurus PHP yang kemudian dinonaktifkan ikut hadir dan menyetujui tidak ada kaitan partai dengan Silatnas. Tapi mereka malah menghadiri Silatnas."Jadi buat apa kita berdebat, lalu keputusannya kita langgar sendiri. Hampir sebagian besar PHP sudah gerah dengan perilaku kader pro-Silatnas. Hanya Pak Hamzah yang merasa perlu dilakukan islah untuk menghindari perpecahan partai," tukas Lukman.
(sss/)











































