Tanggap Darurat Gempa Aceh, Menhub Mobilisasi Transportasi Angkut Tenaga Medis

Tanggap Darurat Gempa Aceh, Menhub Mobilisasi Transportasi Angkut Tenaga Medis

Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 08 Des 2016 10:01 WIB
Tanggap Darurat Gempa Aceh, Menhub Mobilisasi Transportasi Angkut Tenaga Medis
Foto: Agus Setyadi/detikcom
Jakarta - Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) mengguncang Aceh, pada Rabu (7/12/2016) kemarin yang menimbulkan banyak korban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginstruksikan jajarannya bekerjasama dengan operator transportasi untuk mengangkut para tenaga medis, obat-obatan dan bantuan lainnya.

"Saya turut berbela sungkawa atas gempa di Aceh yang memakan banyak korban. Kemenhub segera membantu dengan menyediakan bantuan tranportasi untuk mengangkut bantuan medis berupa obat-obatan dan tenaga medis serta bantuan lainnya," ujar Menhub Budi dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (8/12/2016).

Budi menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan operator transportasi baik di darat, laut, maupun udara menyiapkan bantuan transportasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dukungan telah datang dari maskapai penerbangan dan perusahaan pelayaran," ucap Budi.

4 Maskapai penerbangan yang siap membantu mengangkut orang dan kargo ke Aceh masing-masing mengerahkan 1 pesawat yakni maskapai Lion Air dengan pesawat Airbus 330 atau Boeing 737, Sriwijaya Air dengan pesawat Boeing 737, Indonesia AirAsia (IAA) dengan pesawat Airbus 320 dan TriMG Airlines dengan pesawat Boeing 737 kargo.

Selain itu, di sektor darat, Ditjen Perhubungan Darat bekerjasama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) pusat dan provinsi akan mengerahkan moda bus dan truk untuk memobilisasi bantuan transportasi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bantuan transportasi dari Kemenhub dapat menghubungi contact center (021)-151 dan email birokomunikasi@dephub.go.id.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari ini mencatat 99 orang meninggal dunia akibat gempa kemarin pagi (7/12). Sedangkan jumlah korban luka berat mencapai 136 orang dan 616 orang luka ringan. (nwy/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads