Yuk, Nonton Unjuk Rasa di Korea

Anyonghaseo (39)

Yuk, Nonton Unjuk Rasa di Korea

M Aji Surya - detikNews
Kamis, 08 Des 2016 09:50 WIB
Yuk, Nonton Unjuk Rasa di Korea
Foto: M Aji Surya
Seoul, - Anyonghaseo. Bukan hanya Jakarta yang sempat "diserbu" demo. Di Seoul pun hujan unjuk rasa terus belangsung hampir setiap akhir pekan. Banyak hal yang menarik yang layak "ditonton".

Sebagaimana dilansir berbagai media internasional, negeri ginseng lagi kebanjiran demo masa. Rasa tidak puas sebagian masyarakat ditumpahkan di jalan-jalan protokol. Jumlahnya bukan hanya ribuan atau puluhan ribu, menurut beberapa pengamat, malah sampai hitungan juta. Di musim dingin yang kadang mencapai minus 3 derajat Celcius, mereka istiqomah, bergeming, duduk dan berdiri menyampaikan tuntutannya.

Yang jelas, jangan mencoba-coba mencari tontonan demo pada hari kerja. Bagi orang Korea Selatan, kerja keras dengan ritme cepat adalah kewajiban. Tidak boleh diganggu gugat. Demo is demo, kerja is kerja. So demo dalam skala yang besar dan masif, hanya dilakukan pada jam-jam apel pacar, yakni Sabtu sore, jam 18.00-22.00.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, Nonton Unjuk Rasa di KoreaFoto: M Aji Surya
Saya menduga, masyarakat Korea tidak pernah ingin, kegiatan unjuk rasa menganggu roda perekonomian kantor, perusahaan atau bahkan negara. Produktifitas harus tetap dijaga tinggi sebagaimana biasanya. Mereka tidak rela devisa yang semestinya diraup melayang begitu saja. Kata lain, tidak ikhlas ekonomi melambat akibat aktivitas ratusan hingga jutaan manusia turun di jalan raya.

Dengan kasat mata dapat dilihat, meski ada lautan masa yang sibuk menyuarakan isi hatinya, namun nyaris tidak ada toko di sekelilingnya yang tutup. Pedagang kaki lima malah kelarisan. Dan, tidak satupun terdengar ada yang kecopetan atau kehilangan barang bawaannya.

Sudah tentu, seperti aksi doa di Jakarta kemarin (2/12), rumput dan bunga-bunga di sepanjang jalan tidak terganggu. Adalah menjadi kewajiban semua warga di sana untuk tidak membuang sampah sembarangan. So, soal kebersihan bolehlah diacungi jempol.

Para pengunjuk rasa umumnya menyimbolkan kekesalan hatinya dalam bentuk lilin yang ditaruh di dalam botol plastik. Beberapa di antaranya membawa obor sehingga terihat lebih mencorong. Uniknya, mereka yang unjuk rasa tidak membawa kemarahan di raut muka. Saat disiarkan di teve, yang tampak adalah keindahan.

Jangan kaget, selain diisi dengan orasi, maka panggung yang didirikan juga diisi dengan hiburan berupa band. Jadi, para hadirin tidak melulu menyampaikan unek-uneknya saja, namun juga bersenang-senang. Joget pun tidak dilarang.

Yang lebih unik, unjuk rasa disana berasa rekreasi keluarga saja. Bapak, ibu, eyang, teteh dan adik-adik balita bisa dibawa. Sebab di ajang tersebut terdapat juga hiburan dan dijual aneka jajanan. Tidak heran, kalau kemudian ada pengamat yang menyatakan, demo besar di Korea tidak menyurutkan tingkat wisatawan. Aha. ()


*M Aji Surya adalah WNI yang tinggal di Korea Selatan


(fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads