Setelah santri berada di halaman masjid, tiba-tiba kubah masjid ambruk dan sebagian puing-puing berserakan di bawah. Suasana makin panik. Beberapa santri yang masih berada di kamarnya di lantai dua ada yang loncat untuk menyelamatkan diri.
"Ada 12 santri yang loncat dari lantai 2 mungkin karena panik dan trauma. Jumlah korban luka-luka yaitu 80 orang santri laki-laki dan 28 santri perempuan," kata Wadir 2 Mudi Mesra Tgk H Sayed Mahyiddin saat ditemui di Pondok Pesantren Mudi Mesra, Kamis (8/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca gempa, aktivitas belajar mengajar di sana ditiadakan. Santri dibolehkan pulang ataupun bertahan di pesantren. Mereka saat ini masih banyak yang memilih tidak meninggalkan tempat mengaji.
"Ditiadakan dalam dua hari ini," jelas Mahyiddin.
Di pondok pesantren Mudi, sejumlah bangunan retak dinding dan rusak tiangnya. Selain itu, satu bangunan yang dijadikan kampus Institut Agama Islam Al-Aziziyah rusak parah dan sudah tidak dapat digunakan.
Foto: Agus Setyadi-detikcomKondisi Pesantren Mudi Mesra, Samalanga, Bireuen, Aceh pasca gempa |
Pihak pesantren sudah melapor kerusakan ini ke instansi terkait agar dilakukan evakuasi.
"Kondisi sekarang ini memang tidak bisa kita pakai lagi. Kita menunggu bantuan alat berat untuk evakuasi agar tidak membahayakan karena di belakang banyak rumah warga dan rumah pimpinan," ungkap Mahyiddin. (idh/idh)











































Foto: Agus Setyadi-detikcom